Yogyakarta – Dalam rangka menyambut momen mudik dan libur Lebaran 2026, PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menambah perjalanan Kereta Panoramic untuk rute Jakarta–Yogyakarta hingga Solo pulang pergi.
Layanan tambahan ini akan beroperasi mulai 23 Februari hingga 1 April 2026, menyusul tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta wisata berkonsep eksklusif yang menonjolkan panorama alam sepanjang perjalanan.
Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji, menyatakan penambahan perjalanan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengalaman perjalanan berbeda bagi pelanggan.
“Kereta Panoramic di rute Jakarta–Yogyakarta hingga Solo tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga pengalaman berkesan,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Agus menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap Kereta Panoramic terus meningkat, terutama pada periode libur panjang dan musim mudik.
Untuk itu, perusahaan menambah frekuensi perjalanan guna mengakomodasi kebutuhan pelanggan yang menginginkan sensasi perjalanan premium.
Kereta ini dilengkapi jendela kaca berukuran besar dan fitur *automatic sunroof* sehingga penumpang dapat menikmati pemandangan alam jalur selatan Jawa, mulai dari hamparan sawah hingga pegunungan.
Selain itu, fasilitas premium turut disediakan, seperti *luxury lounge*, makanan ringan, minuman (kopi, teh, dan air mineral), akses WiFi gratis, serta layanan dedicated train attendant.
“Pelayanan dengan standar *service excellence* menjadi alasan pelanggan setia menantikan perjalanan Kereta Panoramic,” kata Agus.
Adapun jadwal operasional Kereta Panoramic tambahan adalah sebagai berikut:
KA Manahan Panoramic
– Gambir – Solo Balapan (Berangkat 10.30 | Tiba 18.18)
– Solo Balapan – Gambir (Berangkat 09.50 | Tiba 17.31)
– Gambir – Solo Balapan (Berangkat 22.50 | Tiba 06.31)
– Solo Balapan – Gambir (Berangkat 22.35 | Tiba 06.33)
KA Tambahan Panoramic
– Gambir – Yogyakarta (Berangkat 07.10 | Tiba 14.42)
– Yogyakarta – Gambir (Berangkat 18.20 | Tiba 01.55)
“Kami berharap layanan ini menjadi bagian dari pengalaman wisata pelanggan, bukan sekadar perjalanan dari satu kota ke kota lainnya,” pungkas Agus. ***

