Tabanan– Pemerintah Kabupaten Tabanan resmi memulai tahapan evaluasi mandiri untuk memperkuat status sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA).
Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Pemkab menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Instrumen Evaluasi Mandiri KLA di Tabanan, Kamis (5/3/2026).
Bimtek Penguatan Instrumen Evaluasi Mandiri KLA bertujuan untuk mensinkronkan data antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna memastikan hak-hak anak di Kabupaten Tabanan terpenuhi secara optimal melalui sistem pembangunan yang terintegrasi.
Setelah berhasil meraih predikat Pratama pada tahun 2025, Pemkab Tabanan kini membidik jenjang yang lebih tinggi. Proses pengisian instrumen mandiri ini dijadwalkan berlangsung sepanjang Maret 2026, sebelum memasuki tenggat evaluasi nasional pada April mendatang.
Terdapat 24 indikator penilaian yang menjadi fokus utama, meliputi:
Kelembagaan dan Hak Sipil: Administrasi kependudukan dan perlindungan hukum bagi anak.
Lingkungan Keluarga: Pola asuh dan pemenuhan kebutuhan dasar di tingkat domestik.
Layanan Dasar: Akses kesehatan, pendidikan berkualitas, dan kegiatan seni-budaya.
Perlindungan Khusus: Penanganan bagi anak yang membutuhkan perlindungan ekstra.
Bukan Sekadar Angka, Tapi Manfaat Nyata
Kepala Dinsos P3A Kabupaten Tabanan, Drs. I Gst. Ngurah Agung Suryana, menegaskan target capaian ini bukan sekadar mengejar indikator administratif.
“Program KLA adalah tentang bagaimana kebijakan ini menghadirkan lingkungan yang aman. Ketika akses pendidikan terbuka, kesehatan mudah dijangkau, dan ruang bermain tersedia, masyarakatlah yang merasakan manfaatnya,” ujar Suryana.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan KLA memerlukan kolaborasi antara pemerintah, dukungan keluarga, dan lingkungan sosial agar anak-anak Tabanan dapat tumbuh maksimal.
Sinergi dengan Visi Tabanan Era Baru
Langkah penguatan KLA ini merupakan bagian integral dari visi Tabanan Era Baru: Aman, Unggul, dan Madani. Fokus pada perlindungan anak dinilai sebagai investasi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan.
Dengan sinergi seluruh OPD, Kabupaten Tabanan optimis dapat memberikan jaminan perlindungan yang lebih baik sekaligus memperkuat posisi sebagai daerah yang ramah bagi generasi muda. ***

