Kendaraan Pedesaan Dorong Percepatan Pembangunan Desa di Tanah Air

11 Maret 2017, 06:36 WIB

DENPASAR – Sebagian besar masyarakat yang tinggal di pedesaan masih menghadapi kendala akses transportasi dalam mendukung ekonomi pertanian dan kegiatan pembangunan lainnya sehingga hadirnya kendaraan yang murah dan efisien menjadi solusi yang tepat.

Pentingnya kendaraan yang bisa memberikan solusi dalam mengatasi persoalan transportasi di pedesaan menjadi salah satu sorotan dalam paparan yang disampaikan Dr Bagus Santosa dalam seminar di sela Ekspo Industri Kreatif Mobil dan Motor Seni di Bali Creative Industry Center (BICC) Denpasar, Jumat (10/3/17)

Menurut Bagus, sejatinya, kunci keberhasilan dalam pembangunan di desa adalah kemudahan akses. Dengan akses untuk mendukung mobiltas masyarakat yang memadai akan meningkatkan daya saing masyarakat. Saat ini, daya saing para petani di pedesaan masih kecil sehingga diperlukan upaya dalam memfasilitasi mereka agar bisa masuk ke pasar.

Bisa dengan mendorong berdirinya lembaga keuangan di desa dalam bentuk koperasi misalnya. Yang tak kalah pentingnya bagaimana mereka bisa masuk masuk ke pasar, melakukan perbaikan mata pencaharian bagi pekerja yang tidak memiliki keahlian atau pelatihan.

Dengan akses memadai, bisa meningkatkan kinerja perekonmian desa, mendorong proses produksi berbasis teknologi, memenuhi permintaan terhadap produk pertanian dan non pertanian serta transportasi. Agus melansir data bahwa hambatan dihadapi masyarakat Indonesia yakni kurang kompetitif sehingga menduduki rangking 91 dari 190 negaraa.

“Itu penyebabnya biaya transportasi relatig masih mahal di Indonesia,” jelasnya dalam acara yang digagas Institut Otomotif Indonesia (IOI) itu. Demikia juga jika dilihat dari ranking logistis performace indeks (LPI), Indonesia menempati rangking 63 dari 160 negara di dunia.

Ditegaskan Agus, kondisi tersebut sebagai akibat infrastruktur dan sarana tranportasi di desa belum memadai. Dengan karateristik jalan utama desa, jembataan dan ketersediana angkutan umum sebagai hal yang mesti dipikirkan.

Untuk itu, diperlukan solusi atas hambatan tersebut karena sebenarnya desa bisa maju berkembang dan menjadi kompetitif. Banyak potensi desa bisa dikembangkan dengan dukungan akses yang memadai seperti kerajinan, perakitan dan ekonomi kreatif masyarakat desa lainnya.

semua itu, potensi membutuhkan kemudahan askes tranporasi baik lokal antar pulau maupun internasional menjadi sangat penting, akses transprasi menjadi penting sebagai contoh peran transportasi dalam distribusi produk pertanian hingga sampai ke tangan konsumen.

Demikian juga, itu didukung tranportasi di sektor petanian. Produk pertanian akan bernilai ekonomi lebih tinggi jika produknya tepat sampai ke tangan konsumen dalam waktu yang cepat. Demikian juga sektor pariwisata yang menghubungkan daerah wisatawan dengan lokasi tujuan wisata dan seterusnya.

“Yang perlu diperhatikan lagi bagaimana sarana tranportasi khsususnya untuk pedesaan itu bisa berbiaya murah,” imbuh Agus. Kendaraan di pedesaan harus bisa memiliki karakteristik atau fitur yang diharapkan sesuai kondisi di desa.

Selain itu, dapat diganti beravariasi, disesuaikan kebutuhan misalnya grandong untuk mengangkut hasil tani sekaligus penggilingan padi. Kedua dapat dilengkapi misalnya dengan cold storage untuk menyimpan ikan uang yang sudah dipingsankan, juga dilengkapi pompa untuk irigasi pertanian.

Lantas, bagaimana kendaraan itu dapat menjadi solusi?. Karena kendaraan itu dapat memuat banyak barang untuk mengangkut hasil produk pertanian sekaligus display jika ingin langsung berjualan. Dapat juga, membuat banyak penunjang atau untuk rombongan wisatawan.

Yang perlu diperhatian lagi, bagaimana kendaraan desa itu dapat menempuh medan yang unik terjal, tidak beraspal, ja;an berlubang dan jalan berlumur dan seterusnya. Pendek kata, kendaran itu bisa menjadi solusi kecepaatan sampai tujuan, mudah diperbaiki dengan alat sederhana dan ketersediaan suku cadang dan suku cadang yang seminimal mungkin.

Itu semua bisa diatasi pula dengan mendorong memberdayaakn para lulusan SMK maupun warga desa bagi tumbuhnya industri karoseri di daerah. Dia menambahkan, di beberapa negara lain seperti China, India, Prancis bahkan masyarakat di desa sudah memiiki kendaran desa untuk mendukung produktivitas masyarakat dan meningkatkan daya saing produk mereka. (rhm)

Berita Lainnya

Terkini