Kulon Progo -Di usia yang masih belia, AR (9), siswi kelas 3 SD Negeri Gembongan, Sentolo, Kulon Progo, harus memikul tanggung jawab besar. Setiap hari ia berangkat ke sekolah sambil membawa adiknya yang berusia 3 tahun.
Sang ibu, Rubiyanti (36), tengah berjuang melawan kanker payudara.
Kondisi itu membuat AR mengambil peran sebagai pengasuh sekaligus penopang keluarga. Dua tas selalu ia bawa: satu berisi buku pelajaran, satu lagi berisi perlengkapan adiknya.
Meski hidup penuh keterbatasan, semangat belajar AR tak pernah padam. Ia tetap disiplin, berprestasi, dan menjadi teladan bagi teman-temannya.
Selama enam bulan terakhir, rutinitas AR selalu sama. Dua tas ia bawa setiap hari: satu berisi buku pelajaran, satu lagi berisi susu dan pakaian ganti untuk sang adik.
Di kelas, ia duduk dengan tenang, sesekali menenangkan adiknya yang rewel, lalu kembali fokus pada pelajaran. Tidak ada keluhan, tidak ada rasa malu. Hanya semangat belajar yang tak pernah padam
Kisah AR menyentuh hati banyak pihak. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Disdikpora memberikan bantuan tali asih sebagai bentuk kepedulian.
Kepala Disdikpora, Nur Wahyudi, menyebut AR sebagai inspirasi: “Di usianya yang masih belia, ia sudah menunjukkan tanggung jawab luar biasa.”
Bantuan itu diharapkan meringankan beban keluarga AR, sekaligus memastikan ia tetap bisa bersekolah dengan tenang.
Bantuan itu memang tidak serta-merta menghapus beban hidup AR dan keluarganya. Namun, setidaknya memberi harapan ia tidak berjalan sendirian.
Pemerintah berkomitmen mendampingi agar AR tetap bisa bersekolah dengan tenang, tanpa kehilangan masa kanak-kanaknya.***

