Kick Off ToT Literasi Keuangan, OJK Bali Targetkan Generasi Muda Cerdas Finansial

Modul Literasi Keuangan bagi guru dan kepala sekolah se Ball fokus pada manajemen keuangan, pemahaman produk hingga perlindungan konsumen.

10 Maret 2026, 04:12 WIB

Denpasar — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali melaksanakan kegiatan Kick Off dan *Training of Trainers* (ToT) Modul Ajar Literasi Keuangan bagi guru dan kepala sekolah SMA/MA se-Bali.

Program ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran Modul Ajar Literasi Keuangan Tingkat SMA/MA yang telah dilakukan pada 7 Oktober 2025 bersama Dinas Pendidikan, Kanwil Kementerian Agama, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah, serta MGMP Ekonomi Provinsi Bali.

Modul ajar tersebut dirancang untuk menyeragamkan materi literasi keuangan di tingkat SMA/MA, dengan fokus pada manajemen keuangan, pemahaman produk dan layanan jasa keuangan, serta perlindungan konsumen.

Materi diajarkan kepada siswa kelas X pada semester kedua dengan total 16 jam pelajaran.

Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Bali, Irhamsah, menegaskan literasi keuangan merupakan *essential life skill* yang harus dipelajari sejak dini untuk mencegah risiko penawaran investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan kejahatan keuangan digital.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, menyampaikan apresiasi atas langkah OJK.

Menurutnya, program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun ekosistem yang memungkinkan pelajar mempraktikkan literasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini sejalan dengan target nasional. Berdasarkan RPJMN 2025–2029, indeks literasi keuangan ditargetkan mencapai 69,35% dan inklusi keuangan 93% pada 2029.

Sementara RPJPN 2025–2045 menempatkan inklusi keuangan sebagai indikator utama pembangunan dengan target 98% pada 2045.

Survei OJK dan BPS tahun 2025 menunjukkan tingkat literasi keuangan nasional sebesar 66,46%, lebih rendah dibandingkan inklusi keuangan yang mencapai 80,51%. Pada kelompok usia pelajar (15–17 tahun), literasi keuangan tercatat 51,68% dan inklusi 74%.

Melalui ToT ini, guru diharapkan menjadi Duta Literasi Keuangan yang mampu menularkan pengetahuan kepada siswa.

Dengan jumlah pelajar di Bali mencapai lebih dari 902 ribu orang, program ini diharapkan memperkuat kapasitas generasi muda agar cerdas dan mandiri secara finansial, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. ***

Berita Lainnya

Terkini