DENPASAR – Kinerja ekonomi Bali yang semakin membaik di tahun 2016, tidak terlepas dari membaiknya kinerja perbankan di Bali pada tahun 2016.
Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana dalam seminar “Seminar Orange Ekonomi” Membangun Daya Saing Berbasis Inovasi dan Potensi Lokal di Gedung BI Bali Renon Denpasar, Jumat (3/3/17).
Perkembangan penyaluran kredit perbankan di tahun 2016 tercatat tumbuh sebesar 9,73% (yoy), meskipun tumbuh sedikit melambat dibandingkan 2015, namun cukup signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Bali.
Sementara itu, penyaluran kredit di Denpasar di tahun 2016 tercatat tumbuh sebesar 5,37% (yoy), juga tumbuh melambat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 6,23% (yoy).
Peran perbankan terhadap ekonomi Bali juga sangat signifikan, terkonfirmasi oleh besarnya share pembiayaan perbankan terhadap UMKM yang mencapai 42,78% di tahun 2016 dengan total pembiayaan tercatat sebesar Rp 29,48 triliun dari total kredit yang tercatat Rp 68,91 triliun.
“Sementara itu, pangsa penyaluran kredit UMKM di Denpasar tercatat mencapai 37,94% terhadap total kredit yang disalurkan di Denpasar,” sambungnya. Bali sebagai salah satu daerah destinasi wisata dunia menjadi salah satu daerah yang telah mampu dan dapat mengemas ekonomi kreatif melalui wisata budaya.
Dijelaskan, momentum perbaikan ekonomi global dan masih kuatnya permintaan domestik, mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2016 tumbuh lebih tinggi yaitu sebesar 5,02% (yoy), dibandingkan tahun 2015 yang sebesar 4,88% (yoy).
Perbaikan kinerja ini, didorong oleh membaiknya kinerja lapangan usaha perdagangan dan transportasi dari sisi produksi (lapangan usaha). Dari sisi pengeluaran, peningkatan kinerja ekonomi nasional didorong oleh menguatnya kinerja konsumsi rumah tangga dan investasi.
Iman mengungkapkan, sejalan perbaikan kinerja ekonomi nasional, pertumbuhan ekonomi Bali di tahun 2016 juga menunjukkan peningkatan dengan tumbuh sebesar 6,24% (yoy), lebih tinggi dibandingkan tahun 2015 yang tumbuh sebesar 6,03% (yoy).
Perbaikan kinerja ekonomi Bali di tahun 2016, didorong oleh membaiknya kinerja investasi seiring dengan meningkatnya optimsime pelaku usaha dan meningkatnya kinerja eskpor, sejalan dengan telah mulai membaiknya ekonomi global serta meningkatnya jumlah kunjungan wisman (ekspor jasa).
Denpasar sebagai ibukota Provinsi Bali, memiliki pangsa ekonomi sebesar 21,71% terhadap ekonomi Bali di tahun 2015.
Meskipun ekonomi Denpasar mengalami perlambatan di 2015 dengan hanya tumbuh sebesar 6,18% (yoy), namun di 2016 ekonomi Denpasar diperkirakan akan tumbuh lebih baik, seiring masih kuatnya permintaan domestik sehingga mendorong peningkatan kinerja perdagangan sebagai salah satu lapangan usaha utama di Denpasar. (rhm)