KKP Proyeksikan Kampung Nelayan Merah Putih di NTT-NTB Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Rp29,2 Miliar Per Tahun

Program integrasi Kampung Nelayan Merah Putih NTB dan NTT diproyeksikan berkontribusi bagi nilai ekonomi Rp29,2 miliar tahun setiap lokasi

28 Februari 2026, 09:59 WIB

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan program integrasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru.

Program ini diproyeksikan memberikan kontribusi nilai ekonomi hingga Rp29,2 miliar per tahun di setiap lokasi pembangunan.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan optimisme ini didasarkan pada hasil peninjauan langsung di sejumlah titik strategis kawasan timur Indonesia, mulai dari Kabupaten Sikka, Sumba Timur, hingga Lombok Timur.

Fokus utama pembangunan KNMP adalah menekan angka kemiskinan di wilayah pesisir. Di Desa Ekas Buana, Lombok Timur, misalnya, tingkat kemiskinan saat ini masih tercatat sebesar 13%. Trenggono menargetkan angka ini dapat terhapus dalam dua tahun ke depan melalui peningkatan produktivitas nelayan.

“Pemerintah membangun ini untuk kepentingan saudara-saudara, utamanya memerangi kemiskinan. Dengan infrastruktur yang ada, produktivitas harus naik, dan otomatis kesejahteraan akan mengikuti,” tegas Menteri Trenggono saat berdialog dengan nelayan di Lombok Timur, Jumat (27/2).

Secara teknis, program KNMP dirancang untuk menciptakan efek pengganda (multiplier effect) melalui beberapa parameter capaian:

Peningkatan Produksi: Target kenaikan hasil perikanan hingga 800 ton per tahun per lokasi.

Penyerapan Tenaga Kerja: Menciptakan lapangan kerja bagi 700 orang, mencakup nelayan dan tenaga kerja non-nelayan.

Nilai Ekonomi: Potensi perputaran uang mencapai Rp29,2 miliar per tahun sesuai desain program.

Sejak akhir 2025, KKP telah membangun 100 titik KNMP secara nasional. Salah satu pilot project yang telah rampung secara fisik adalah KNMP Desa Ekas Buana. Desa ini didukung oleh 396 unit kapal aktif dengan komoditas unggulan berupa tongkol, cakalang, kembung, dan udang.

Untuk memperkuat daya saing produk di pasar regional dan global, pemerintah menyediakan berbagai fasilitas penunjang modern, di antaranya:

Gudang beku portable (cold storage) dan pabrik es.

Shelter pendaratan ikan, docking kapal, dan bengkel nelayan.

Peralatan pendukung: 10 unit mesin kapal, 1.620 alat tangkap, dan mobil berpendingin.

Tak hanya infrastruktur fisik, KKP juga memperkuat sisi kelembagaan melalui penguatan koperasi, sertifikasi usaha, dan standarisasi produk. Langkah ini diambil agar nelayan tidak hanya mampu menangkap ikan, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial dan kewirausahaan yang mumpuni.

Menteri Trenggono memastikan seluruh desa pesisir di NTB dan NTT yang memenuhi kriteria sebagai desa nelayan memiliki peluang untuk bertransformasi menjadi KNMP.

“Kita harus ciptakan dan maksimalkan semua potensi ekonomi yang ada di sini,” pungkasnya. ***

Berita Lainnya

Terkini