Yogyakarta– Akses komunikasi menjadi kebutuhan vital yang terputus di wilayah-wilayah terdampak bencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) sejak 24 November lalu.
Menanggapi situasi darurat ini, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, menegaskan komitmen pemerintah untuk menormalkan kembali jaringan telekomunikasi secepatnya.
Saat ditemui di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Sabtu (13/12), Nezar menyampaikan bahwa upaya pemulihan telah dilakukan dengan intensif. “Kita berupaya sekeras mungkin untuk bisa menormalkan jaringan telekomunikasi yang ada di daerah bencana,” ujarnya.
Hasil evaluasi dan koordinasi Komdigi menunjukkan persoalan utama yang menghambat pemulihan jaringan, terutama di Aceh dan sebagian Sumut, adalah terputusnya suplai listrik. Base Transceiver Station (BTS) tidak dapat beroperasi jika aliran daya PLN belum pulih.
Namun, Komdigi menolak bersikap pasif. Untuk menjamin masyarakat tetap terhubung di tengah masa perbaikan listrik, Komdigi bergerak cepat mencari solusi alternatif.
“Kami akan berupaya selama masa perbaikan jaringan listrik itu dilakukan. Komdigi mencoba mencari solusi agar BTS-BTS ini bisa menyala dengan opsi-opsi yang lain misalnya dengan genset,” tegas Nezar.
Upaya ini dipercepat melalui perundingan dengan operator seluler (opsel) untuk mengerahkan sumber daya darurat.
Harapannya, solusi sementara ini dapat segera memutus isolasi komunikasi dan memastikan warga dapat mengakses informasi serta bantuan, sembari menunggu pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi sepenuhnya.***

