Jakarta, Harapan besar untuk mewujudkan swasembada pangan nasional semakin nyata. Komisi IV DPR RI pada tanggal 24 Januari 2026 menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan sektor perikanan budi daya sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan Indonesia.
Komitmen ini disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik ke Balai Budidaya Ikan Air Tawar (BBIAT) Curug Barang, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Jumat (23/1).
Kunjungan tersebut mempertemukan jajaran Komisi IV DPR RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pemerintah daerah, serta para pembudidaya ikan.
Tujuannya jelas: meninjau langsung kondisi balai sekaligus memperkuat sinergi dalam mengembangkan perikanan budi daya berbasis potensi lokal.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, menekankan Pandeglang memiliki modal besar untuk menjadi sentra ikan air tawar.
“Kualitas air yang baik dan ketersediaan lahan adalah kekuatan utama. Komoditas seperti nila dan lele berpotensi menjadi andalan dalam mendukung Program Nasional Makan Bergizi Gratis” ujarnya.
KKP, lanjutnya, akan terus memperkuat kebijakan perikanan budi daya dan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah agar potensi ini benar-benar optimal.
Selain itu, langkah perbaikan sistem penyediaan pakan terus dilakukan, dengan masukan dari DPR, pemerintah daerah, dan pembudidaya sebagai bahan penting penyusunan kebijakan ke depan.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, menegaskan peran strategis perikanan budi daya dalam menjaga ketahanan pangan.
“Budidaya ikan adalah sektor prospektif. Mudah dikembangkan di berbagai wilayah, dan ikan memiliki kandungan gizi tinggi yang sangat dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.
Komisi IV DPR RI juga mendorong kolaborasi erat antara KKP, pemerintah daerah, dan Badan Gizi Nasional agar ikan menjadi bagian konsisten dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Apresiasi turut disampaikan Kepala BBIAT Curug Barang, Erwin Damayanto. Ia berharap dukungan DPR dan KKP dapat mempercepat pengembangan perikanan budi daya di Pandeglang, sekaligus memperkuat peran daerah ini sebagai penyangga kebutuhan ikan nasional.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan penguatan budidaya perikanan adalah kunci menjaga ketahanan pangan sekaligus pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Lebih jauh, produktivitas budi daya juga menjadi solusi untuk mengurangi tekanan penangkapan ikan di alam, sehingga kelestarian populasinya tetap terjaga.***

