KSP Ungkap Intervensi Pemerintah Dilakukan Demi Jaga Inflasi

Inflasi dapat terjaga tidak bisa dilepaskan dari intervensi pemerintah agar subsidi yang diberikan tidak jebol.

29 Juli 2022, 07:55 WIB

Jakarta – Terjaganya inflasi tidak bisa dilepaskan dari peran intervensi pemerintah agar subsidi yang diberikan tidak jebol.

Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Edy Priyono dalam keterangan tertulis Kamis (28/7/2022)

Diketahui, kegiatan ekonomi Indonesia semakin baik sebagaimana tercermin dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencatat surplus Rp73,6 Triliun.

Seperti disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan surplus pada Juni 2022 sebesar Rp 73,6 triliun atau 0,39 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Kondisi ekonomi Indonesia saat ini stabil. Sebab, pemerintah berhasil mengendalikan laju inflasi imbas dari ketidakpastian ekonomi global.

Hanya saja, Edy tetap mewanti-wanti agar situasi tersebut tidak menjadikan Indonesia jumawa dan lengah.

“Terlebih, terkendalinya inflasi saat ini bukan karena terkontrolnya harga-harga komoditas, melainkan disebabkan adanya intervensi pemerintah,” katanya menegaskan.

Intervensi itu dilakukan dalam bentuk penyaluran subsidi, terutama di sektor energi. Nilainya mencapai lima ratus triliun rupiah lebih.

“Ini yang saat ini benar-benar dijaga oleh pemerintah agar subsidi tidak jebol,” tandasnya lagi.

Indikator untuk melihat kegiatan ekonomi berjalan baik salah satunya dari capaian penerimaan pajak. Di mana, pada realisasi pendapatan negara pada Juni 2022, sektor penerimaan pajak menyumbangkan Rp 868,3 triliun atau naik 55,7 persen (year on year).

Menurut dia, capaian penerimaan pajak ini membuktikan kegiatan ekonomi Indonesia semakin baik, dan menjadikan probabilitas kemungkinan terjadinya resesi di Indonesia semakin jauh.

Diketahui, realisasi pendapatan negara per Juni 2022 sebesar Rp 1.317,2 triliun atau tumbuh 48,5 persen (year on year). Pendapatan tersebut, ditopang oleh penerimaan pajak sebesar Rp 868,3 triliuan atau naik 55,7 persen, kepabeanan dan cukai Rp 167,6 triliun atau naik 37,2 persen (year on year), serta PNBP sebesar Rp 281 triliun atau naik 35,8 persen (year on year).

Realisasi belanja negara pada Juni 2022 sebesar Rp 1.243,6 triliun atau naik 6,3 persen (year on year), dengan rincian belanja pemerintah pusat Rp 876,5 triliun atau naik 10,1 persen (year on year) dan TKDD Rp 367,1 triliun atau turun 1,8 persen (year on year). ***

Artikel Lainnya

Terkini