Tabanan – Labyrinth Art Gallery yang berada di kawasan Nuanu Creative City resmi membuka pameran seni bertajuk Semburat Bali pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Pameran ini dikurasi Samual David, yang menghadirkan interpretasi visual tentang Bali sebagai ruang budaya yang dinamis, tempat tradisi, alam, dan ekspresi kontemporer saling berkelindan.
David menjelaskan bahwa konsep pameran ini dibuat sederhana agar mudah dipahami masyarakat.

Menurutnya, peran kurator adalah menjembatani karya seniman dengan publik, sehingga seni tidak terasa berjarak.
Semburat Bali dihadirkan sebagai panggung bagi ide, suara, dan realitas kehidupan masyarakat Bali yang beragam.
Sejak pindah ke Bali empat tahun lalu, David melihat Bali tidak hanya identik dengan pariwisata, tetapi juga menyimpan kompleksitas sosial dan lingkungan.

Isu-isu seperti banjir dan kemacetan turut menjadi bagian dari narasi yang diangkat para seniman.
“Bali punya banyak lapisan, bukan hanya keindahan alam dan budaya adiluhung, tetapi juga dinamika kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Metafora “semburat” dipilih untuk menggambarkan pancaran warna atau cahaya yang masih terus bergerak dan berubah, sebagaimana masyarakat Bali yang senantiasa bernegosiasi dengan perubahan.
Pameran ini menampilkan karya dari 11 seniman dengan tema beragam, termasuk karya berbentuk barong yang wajahnya ditutup anyaman menyerupai kain poleng—simbol perlindungan alam.
Selain seniman lokal, dua seniman dari Jakarta dan Tuban juga turut berpartisipasi.
Kehadiran mereka mencerminkan realitas Bali masa kini yang diperkaya oleh kontribusi masyarakat dari luar pulau. “Mereka ikut membawa cerita dan berperan dalam dinamika sosial Bali,” tambah David.
Labyrinth Art Gallery melalui pameran ini menegaskan komitmennya sebagai ruang kreatif yang mendukung seniman dalam proses berkarya, sekaligus membuka ruang dialog tentang Bali yang terus berkembang. ***

