Kabarnusa.com – Tren perekonomian daerah Provinsi Bali menunjukkan pertumbuhan membaik dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sehingga memiliki posisi dan peran yang strategis terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Oleh karena itu Bank Indonesia, sebagai Bank Sentral Republik Indonesia, memiliki perhatian yang besar terhadap upaya-upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga dapat mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam rangka pemenuhan kebutuhan stakeholder mengenai informasi perkembangan ekonomi, moneter, perbankan dan sistem pembayaran di Provinsi Bali serta isu strategis perekonomian terkini,
Bank Indonesia Provinsi Bali mengadakan diseminasi hasil Kajian Ekonomi Keuangan Regional Provinsi Bali Triwulan I 2016, yang diselenggarakan Selasa, 28 Juni 2016 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.
Hadir alam acara ini unsur FORKOMPIMDA, pimpinan instansi vertikal, pimpinan SKPD, kalangan akademisi, dan perbankan, serta asosiasi pelaku usaha di Provinsi Bali.
Pada kesempatan ini juga dihadirkan Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc. sebagai narasumber yang mengangkat isu perkembangan ekonomi dan fiskal terkini.
“Kinerja perekonomian Provinsi Bali, masih menunjukkan tren yang membaik. ” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Dewi Setyowati.
Terlihat dari peningkatan angka pertumbuhan dari sebesar 5,96% (yoy) pada triwulan IV 2015 menjadi sebesar 6,04% (yoy) pada triwulan I 2016
“Ini di atas angka pertumbuhan nasional yang sebesar 4,92% (yoy) di periode yang sama,” kata Dewi.
Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali tahun 2016 diperkirakan mengalami peningkatan yaitu berada pada kisaran 6,09% – 6,84% (yoy).
Sejalan dengan membaiknya kinerja pertumbuhan ekonomi, perkembangan harga turut menunjukkan kondisi yang terjaga sepanjang tahun 2016, dengan tingkat inflasi Provinsi Bali di bulan Mei tahun 2016 tercatat sebesar 0,09% (mtm), lebih rendah dari inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,24% (mtm).
Sementara itu, inflasi Provinsi Bali tahun 2016, diperkirakan sesuai dengan target sebesar 4%±1% (yoy).
Optimisme pencapaian inflasi tahun 2016 tersebut, juga masih dibayangi adanya tantangan. yaitu potensi kenaikan harga minyak dunia, jalur logistik di Provinsi Bali yang masih belum efisien.
Juga potensi peningkatan permintaan seiring dengan peningkatan kunjungan wisman, dan potensi musim kering yang panjang.
Meskipun demikian, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga kestabilan inflasi, masih dihadapkan dengan berbagai tantangan.
Oleh karena itu, peran seluruh stakeholder memegang peranan penting demi terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan inflasi yang terjaga. (gek)