Yogyakarta – Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memprediksi sekitar 8,2 juta orang akan masuk ke wilayah DIY selama periode mudik dan libur Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, kepolisian menyiapkan skema pengamanan berupa rekayasa lalu lintas, pos pengamanan, hingga kerja sama dengan aplikasi navigasi digital.
Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono menyampaikan, koordinasi telah dilakukan bersama TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait guna memastikan kelancaran arus mudik.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, DIY menjadi salah satu tujuan utama pemudik, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan, kriminalitas, maupun bencana alam.
Sejumlah simpul transportasi seperti Stasiun Tugu, Stasiun Lempuyangan, dan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas.
Kawasan wisata juga diprediksi menjadi titik keramaian selama libur Lebaran.
Untuk itu, Polda DIY menyiapkan 25 pos pengamanan yang didukung dinas kesehatan dengan layanan 24 jam, serta melibatkan TNI, BMKG, dan instansi lain.
Pengamanan akan dilakukan melalui Operasi Ketupat Progo 2026 yang berlangsung pada 13–25 Maret 2026.
Selain fokus pada kelancaran lalu lintas, operasi ini juga mengantisipasi potensi bencana, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi hingga April dan beberapa wilayah seperti Gunungkidul rawan longsor.
Dalam pengaturan arus kendaraan, Polda DIY menyiapkan skema pemanfaatan Tol Purwomartani secara situasional untuk arus keluar DIY.
Kepolisian juga bekerja sama dengan Google Maps dan Waze agar jalur kecil yang tidak dijaga petugas tidak direkomendasikan aplikasi, sehingga dapat mencegah penumpukan kendaraan.
Anggoro menegaskan, pembaruan informasi jalur akan dilakukan secara dinamis sesuai kondisi lapangan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk disiplin mematuhi aturan lalu lintas dan arahan petugas, termasuk larangan menggunakan bahu jalan, demi terciptanya perjalanan yang aman dan lancar.**”

