Legacy Sanjaya: Menanam Fondasi Madani, Memanen Kesejahteraan Masyarakat

Visi 'Tabanan Madani' yang diusung Sanjaya-Dirga bukan sekadar jargon politik namun mulai mewujud ke perubahan nyata dirasakan masyarakat

13 Februari 2026, 17:28 WIB

Tabanan– Tepat satu tahun lalu, 20 Februari 2025, Komang Gede Sanjaya dan I Made Dirga resmi mengemban amanah di Istana Kepresidenan. Memasuki tahun kedua periode ini,

visi ‘Tabanan Madani’ yang diusung bukan sekadar jargon politik, melainkan mulai mewujud dalam perubahan nyata yang dirasakan masyarakat di seluruh pelosok bumi lumbung beras Bali tersebut.

Selama bertahun-tahun, Tabanan kerap diwarnai satire mengenai kondisi infrastruktur jalan yang diibaratkan “bergelombang seperti laut”. Namun, di bawah tangan dingin Sanjaya, citra tersebut perlahan sirna.

Transformasi Estetika: Pintu masuk kabupaten kini dipugar dengan ornamen megah, sementara taman-taman kota yang “ciamik” mulai menghiasi pusat pemerintahan.

Infrastruktur Desa: Fokus pembangunan tidak hanya di kota. Jalan-jalan pedesaan kini dipastikan mulus, memberikan kenyamanan mobilitas bagi petani dan warga lokal.

 

Keberhasilan Sanjaya tidak hanya terlihat secara visual, tetapi juga terpotret dalam data makro ekonomi yang impresif sepanjang tahun

Indikator Ekonomi | Capaian 2024 | Capaian 2025 |

Pertumbuhan Ekonomi  4,86%  5,54% (Triwulan III)

Angka Kemiskinan | 4,4% | 4,23%

Pendapatan Per Kapita | Rp 59,12 Juta | Rp 62,39 Juta |

Kenaikan pendapatan per kapita ini menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan populis yang digulirkan pemerintah daerah mulai berdampak langsung pada dompet masyarakat.

Sebagai figur yang telah belasan tahun mengabdi di Tabanan, Sanjaya memahami betul bahwa kunci kemajuan terletak pada kolaborasi.

Ia membangkitkan kembali semangat “Ngerombo” (gotong royong) dan menyuntikkan mentalitas Puputan Margarana ke dalam sanubari warga.

“Keberhasilan Tabanan bukanlah kerja individu, melainkan harmoni antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa,” ungkap pengamat kebijakan publik, Umar Ibnu AlKhatab.

Menurut Umar, responsivitas Sanjaya terhadap ekspektasi publik mencerminkan praktik good governance yang transparan dan akuntabel.

Tabanan kini tidak lagi sekadar jalur penghubung Bali Selatan dan Barat, tetapi telah menjadi destinasi yang mandiri dan kompetitif.

Meski fondasi telah diletakkan, ujian sesungguhnya adalah menjaga konsistensi pertumbuhan ini di tengah akselerasi pembangunan Bali yang kian masif.

Kreativitas dan terobosan baru sangat dinanti untuk memastikan Tabanan tetap menjadi pemain strategis dalam ekonomi regional.

Sanjaya kini sedang menuliskan legacy-nya: mengubah wajah satir Tabanan menjadi wajah yang nyaman, sejahtera, dan membanggakan bagi setiap warganya.

Berita Lainnya

Terkini