Libur Akhir Tahun, PLN Bali Pastikan Suplai Listrik Aman

20 Desember 2017, 17:15 WIB
Neraca Daya Listrik berdasar data PLN Distribusi Bali

DENPASAR – Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan pasokan listrik untuk melayani kebutuhan masyarakat selama libur panjang Hari Natal dan Tahun Baru di Pulau Bali dalam kondisi cukup dan aman.

General Manager PLN Distribusi Bali Nyoman S Astawa menegaskan, pihaknya telah mengantisipasi selama libur akhir tahun untuk melayani kebutuhan masyarakat termasuk industri pariwisata.

Langkah dilakukan seperti melakukan perbaikan trafo di beberapa lokasi, guna memastikan pasokan listrik ke konsumen tidak tersendat, terlebih biasanya saat libur panjang terjadi lonjakan kebutuhan.

Selain perbaikan, pihaknya pada tahun 2018 juga telah merancang pembangunan Gardu Induk untuk memperlancar distribusi seiring meningkatnya kebutuhan listrik di Bali.

“Kalau dilihat, pembebanan trafo kita semuanya masih di bawah 60 persen, ini kondisi ideal untuk suatu sistem tenaga listrik,” tegasnya saat Media Gathering di Plaza Renon, Denpasar, Rabu (20/12/2017).

Jika dibandingkan DKI Jakarta misalnya, banyak trafo di sana yang pembebanan listriknya sampai 80 persen sehingga cukup sulit. Begitu ada pemeliharaan satu trafo saja, akan dilakukan pemadaman listrik.

Berbeda dengan di Bali, satu trafo padam karena di bawah 60 persen sehingga masih bisa untuk memikul beban lebih besar hingga 90 persen. Dengan gambaran kondisi trafo yang ada tersebut, pihaknya meyakini, akan bisa terlayani dan berfungsi dengan baik, jika terjadi kenaikan beban seperti saat liburan.

Astawa menyebutkan, beban puncak yang pernah dicapai bulan November lalu mencapai 851 MW. Jadi, ada semacam anomali, ketika turun bebannya justru sempat mencapai beban puncak pada bulan November.

Padahal, saat itu, pemakaian cenderung menurun sebagai akibat dampak penurunan sektor pariwisata akibat aktivitas Gunung Agung yang telah berstatus level IV atau Awas.

GM PLN Distribusi Bali Nyoman S Astawa paparan dalam Media Gathering di Denpasar

Saat ini, PLN Bali masih memiliki cadangan listrik sebesar 462 MW atau masih di atas 30 persen dari kebutuhan akan listrik. “Itu kondisi normal saat terjadi beban puncak,” katanya menegaskan.

Yang juga menjadi perhatian jajaran PLN Bali adalah di lokasi yang dikenal Tiga Nusa Kabupaten Klungkung mengingat di wilayah itu, juga menjadi daerah tujuan wisata asing dan domestik terlebih saat libur panjang.

Untuk wilayah Tiga Nusa (Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan) saat itu total bebannya sebesar 6 mega sementara daya mampu 7,4 Mega. Bahkan, saat ada perhelatan besar Festival Nusa Penida, beban puncaknya tidak lebih dari 5500 KW.

Pada bagian lain, Astawa mengungkapkan, tahun depan pihaknya juga akan membangun proyek-proyek baru untuk menjaga sistem kelistrikan di Bali tetap terjaga dengan baik.

Beberapa proyek pembangunan baru baik trafo maupun gardu induk itu seperti di Baturiti Tabanan dan Padangsambian Denpasar dan beberapa lokasi lainnya yang akan dikerjakan berkelanjutan sepanjang tahun 2018.

“Itu semua untuk mengimbangi pertumbuhan beban listrik kita, agar jangan sampai melebihi 60 persen,” demikian Astawa. (rhm)

Berita Lainnya

Terkini