Kuta — Ada satu hal yang kerap luput saat orang membicarakan kemewahan: ruang. Bukan sekadar luas secara fisik, tetapi ruang untuk bernapas, berkumpul, dan benar-benar hadir bersama orang-orang terdekat. Di Bali, di mana waktu seolah berjalan lebih pelan, gagasan itu menemukan bentuknya—dan Nakula menjadikannya sebagai inti dari setiap pengalaman menginap.
Bagi perusahaan manajemen hospitality ini, villa bukan hanya tempat beristirahat. Ia adalah panggung bagi kebersamaan. Di sanalah makan malam privat di bawah langit berbintang terasa lebih intim, tawa pecah dalam sesi karaoke di ruang keluarga, hingga momen relaksasi lewat pijat dan perawatan yang dinikmati tanpa perlu meninggalkan privasi.
Kemewahan, dalam definisi ini, tidak hadir lewat kemegahan yang berlebihan. Ia justru terasa dalam kesederhanaan yang hangat—pada waktu yang tidak terburu-buru, pada percakapan panjang di tepi kolam, dan pada kebersamaan yang tumbuh tanpa distraksi.
Semangat tersebut mengalir dalam setiap koleksi villa Nakula yang tersebar di berbagai sudut Bali. Dirancang untuk keluarga dan grup, tiap properti menghadirkan keseimbangan antara kenyamanan, privasi, dan koneksi yang lebih dalam.
Di Canggu, Arita Villa menawarkan ketenangan dalam balutan desain minimalis dengan sentuhan craftsmanship Jepang. Enam kamar tidur, langit-langit tinggi, serta taman hijau yang memeluk kolam renang pribadi menciptakan suasana yang hening sekaligus hangat. Tak jauh dari sana, Uma Santai Canggu menghadirkan ruang yang lebih luas untuk kebersamaan lintas generasi—dengan kapasitas hingga 14 tamu, lengkap dengan area living terbuka, gym, dan ruang media, hanya beberapa menit dari Pantai Pererenan.
Beranjak ke selatan, The Tulou Bali di Jimbaran menyuguhkan pengalaman tinggal di tepi tebing dengan panorama Teluk Jimbaran yang membentang luas. Dengan sepuluh kamar tidur, rooftop pool, gazebo, dan area makan yang lapang, villa ini seperti dirancang untuk merayakan kebersamaan dalam skala yang lebih besar.

Sementara itu, di Seminyak, Villa Amita menghadirkan harmoni antara arsitektur tradisional dan kenyamanan modern. Empat paviliun yang dikelilingi hamparan sawah memberikan ruang privat sekaligus area komunal bagi hingga 18 tamu. Di Ubud, Le Sunset menawarkan sisi Bali yang lebih sunyi—dengan delapan kamar tidur, infinity pool menghadap hutan, yoga shala, dan paviliun makan terbuka yang mengundang ketenangan sekaligus refleksi.
“Semakin banyak wisatawan mendefinisikan ulang arti kemewahan. Mereka mencari pengalaman yang personal dan tidak terburu-buru—ruang di mana keluarga dan teman dapat berkumpul dengan nyaman dan menikmati waktu berkualitas bersama,” ujar CEO Nakula, Christian Sunjoto, Kamis (26/3/2026).
Menurutnya, setiap villa dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih thoughtful dan seimbang, memungkinkan tamu menikmati Bali dengan cara yang lebih intim.
Yang membuat pengalaman ini terasa utuh bukan hanya desain atau lokasi, melainkan sentuhan hospitality khas Bali yang dijaga Nakula. Dengan lebih dari 70 villa privat dan sejumlah boutique hotel dalam pengelolaannya, Nakula menghadirkan layanan personal seperti butler, private chef, hingga concierge yang bekerja nyaris tanpa terlihat, namun selalu terasa kehadirannya.

Di sela-sela hari, pengalaman menginap berkembang secara alami—dari yoga saat matahari terbit hingga barbecue seafood di tepi kolam saat senja. Semua mengalir tanpa tergesa, mengikuti ritme yang memberi ruang bagi setiap momen untuk benar-benar dirasakan.
Untuk melengkapi pengalaman tersebut, Nakula menghadirkan promo Summer Sale dengan potongan hingga 20 persen untuk pemesanan langsung, berlaku untuk periode menginap 1 April hingga 31 Desember 2026. Tamu juga akan mendapatkan berbagai keuntungan tambahan, mulai dari sarapan harian gratis, layanan antar-jemput bandara tanpa biaya, hingga jaminan harga terbaik.
Didirikan pada 2012, Nakula terus berkembang sebagai perusahaan manajemen properti dan hospitality berbasis di Bali yang mengelola villa mewah, kompleks villa, dan hotel butik. Melalui model bisnis profit-sharing, perusahaan ini memastikan pertumbuhan berjalan seiring dengan kesuksesan para mitra properti.
Seluruh operasional ditangani oleh tim profesional berbasis lokal yang memahami Bali bukan hanya sebagai destinasi, tetapi juga sebagai budaya yang harus dijaga. Komitmen terhadap praktik ramah lingkungan dan pelestarian nilai-nilai lokal pun menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Pada akhirnya, di tengah tren perjalanan yang semakin mencari makna, villa privat Nakula menawarkan sesuatu yang sederhana namun esensial: ruang untuk melambat, kembali terhubung, dan merayakan kebersamaan dengan cara yang lebih hangat dan personal.

