Mahasiswa UGM Torehkan Prestasi Dunia dengan Teknologi Pertanian Berkelanjutan

Tim mahasiswa UGM mempersembahkan inovasi bertajuk SAFE-BOX (Sustainable Agro-Food Enhancement) yang meraih penghargaan dunia di Kuala Lumpur

4 Maret 2026, 23:13 WIB

Kuala Lumpur -Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Silver Medal dalam kategori inovasi pertanian berkelanjutan pada 2nd International Student Summit yang digelar 14–15 Februari 2026.

Tim yang terdiri dari Mukhlis Ibrahim (Fakultas Pertanian), Tirta Pandu Winata (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), serta Mutia Nurul Makhfirah (Sekolah Pascasarjana) mempersembahkan inovasi bertajuk SAFE-BOX (Sustainable Agro-Food Enhancement).

Produk ini berupa kotak penyimpanan hasil pertanian menyerupai lemari pendingin, namun tidak membutuhkan listrik.

Inovasi tersebut dikembangkan untuk mengatasi kerusakan buah dan sayur akibat keterbatasan fasilitas pendingin, terutama di tingkat pedagang kecil dan desa wisata berbasis pertanian.

Safe-Box juga dilengkapi teknologi penyerap logam berat dan pengurang residu pestisida dengan memanfaatkan material bio-adsorben alami.

Menurut Mutia, inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap isu keamanan pangan dan lemahnya ketahanan pascapanen di Indonesia.

“Dengan sistem penyimpanan berkelanjutan, teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk hortikultura sekaligus menekan dampak lingkungan,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Ia menambahkan, keunggulan Safe-Box terletak pada desain sederhana yang mudah diterapkan di berbagai daerah.

Selain memperpanjang masa simpan buah dan sayur, teknologi ini juga memperlambat proses pematangan sehingga kualitas produk tetap terjaga hingga ke tangan konsumen.

Sebagai mahasiswa Program Studi S2 Kajian Pariwisata, Mutia menilai Safe-Box memiliki dampak strategis terhadap pengembangan desa wisata dan agrowisata berkelanjutan.

“Produk lokal yang lebih berkualitas dapat meningkatkan citra destinasi sebagai kawasan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan keamanan pangan,” ungkapnya.

Keberhasilan meraih *Silver Medal* ini bukan hanya prestasi akademik, tetapi juga bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab persoalan riil masyarakat.

Partisipasi mereka di ajang internasional turut membuka peluang kolaborasi lintas negara serta memperkuat posisi mahasiswa Indonesia dalam pengembangan inovasi berkelanjutan.

Mutia berharap inovasi tersebut dapat dilanjutkan dan diaplikasikan secara luas.

“Saya berharap produk ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat lokal maupun petani,” pungkasnya.***

Berita Lainnya

Terkini