Yogyakarta – Sejumlah elemen masyarakat sipil bersama mahasiswa lintas kampus menggelar aksi solidaritas untuk aktivis HAM Andrie Yunus di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Sabtu (14/3/2026) sore.
Aksi berlangsung di tengah bulan Ramadan ini bertujuan mendesak negara agar segera mengusut tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS tersebut.
Dalam aksi, massa membawa poster dan bunga sebagai simbol solidaritas serta membuka mimbar bebas berisi orasi, puisi, dan doa untuk kesembuhan Andrie.
Perwakilan massa, Cila, menegaskan serangan ini merupakan ancaman nyata bagi pejuang hak asasi manusia di Indonesia.
Ia menekankan, negara harus segera mengungkap pelaku, termasuk aktor intelektual di balik serangan tersebut.
Massa aksi memberikan tenggat waktu tujuh hari kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap pelaku penyerangan.
Mereka menuntut Polri membuka identitas pelaku teror terhadap aktivis pro-demokrasi beserta motifnya, serta meminta pemerintah menjamin keamanan pembela HAM agar dapat bekerja tanpa intimidasi maupun kriminalisasi.
Aksi solidaritas ini masih berlangsung hingga waktu berbuka puasa.
Sebelumnya, Andrie Yunus mengalami serangan penyiraman air keras oleh dua orang tak dikenal di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam.
Akibat insiden tersebut, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen di beberapa bagian tubuh dan kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.***

