Jakarta – Komitmen Indonesia dalam menjaga “paru-paru biru” dunia semakin nyata. Menutup tahun 2025, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengumumkan pencapaian fantastis penambahan luas kawasan konservasi laut sebesar 1,09 juta hektare.
Angka ini jauh melampaui target awal yang dipatok sebesar 700 ribu hektare.
Dengan penambahan ini, total benteng perlindungan laut Indonesia kini mencapai 30,9 juta hektare.
Tidak hanya sekadar luas di atas kertas, efektivitas pengelolaannya pun melampaui ekspektasi, menyentuh angka 19,27 juta hektare.
Sinergi untuk Masa Depan: Program PROTEKSI
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan kerja tunggal. “Capaian ini adalah buah dari sinergi lintas sektor—mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga mitra internasional.
Ke depan, langkah ini akan diperkuat melalui PROTEKSI (Program Terpadu Restorasi Ekosistem dan Konservasi),” ujarnya dalam siaran resmi, Rabu (31/12).
KKP tidak hanya fokus pada perlindungan, tetapi juga pada optimalisasi nilai ekonomi laut secara berkelanjutan:
Benteng Karbon Biru: Indonesia kini memiliki 20 lokasi perencanaan karbon biru untuk mitigasi perubahan iklim.
Data terbaru menunjukkan kekayaan habitat bentik kita (terumbu karang, lamun, alga) mencapai 2,27 juta hektare.
Swasembada Garam: Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, NTT, resmi dimulai. Melalui revitalisasi tambak di berbagai daerah, produksi garam rakyat dipacu naik 30% dengan kualitas prima (K1).
Wisata dan Investasi: Penguatan jasa bahari tahun ini berhasil mencetak Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp38,43 miliar dengan nilai investasi menyentuh Rp1,49 triliun.
Menjaga Keanekaragaman Hayati
Tahun 2025 juga menjadi tahun kemenangan bagi biota laut. Sebanyak 48 jenis biota laut baru kini resmi dilindungi melalui Keputusan Menteri.
Selain itu, program Laut SEBASAH (Laut Sehat Bebas Sampah) terus digalakkan untuk memastikan aliran sampah dari daratan tidak lagi merusak ekosistem laut kita.
“Ekonomi Biru bukan sekadar tren, tapi strategi pembangunan. Kami melindungi laut untuk memastikan kesejahteraan masyarakat pesisir tetap terjaga,” tegas Koswara.
Mewujudkan Visi Laut Lestari
Langkah-langkah strategis ini merupakan pengejawantahan visi Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. Di bawah komando Ekonomi Biru, KKP memastikan laut Indonesia tetap lestari, produktif, dan menjadi warisan yang adil bagi generasi mendatang.***

