Menembus Batas Rasa: Nuanu Hadirkan Teater Kuliner VR Michelin Pertama di Asia Tenggara

Di Elysium, Luna Beach Club, para petualang rasa diundang masuk ke dalam ruang di mana teknologi dan tradisi kuliner melebur tanpa batas.

7 Januari 2026, 16:28 WIB

Tabanan– Bayangkan menikmati simfoni rasa fusi Jepang-Bali, sementara mata Anda berkelana menembus delapan dunia virtual yang magis.

Inilah standar baru fine dining yang dibawa oleh Nuanu Creative City. Bekerja sama dengan EPIC NOW, Nuanu resmi meluncurkan pengalaman bersantap Virtual Reality (VR) Michelin perdana di Asia Tenggara, menempatkan Bali di peta utama gastronomi eksperimental dunia.

​Bertempat di Elysium, Luna Beach Club, para petualang rasa diundang untuk masuk ke dalam ruang di mana teknologi dan tradisi kuliner melebur tanpa batas.

​Bintang utama dari pengalaman ini adalah Chef Kazushige Suzuki, maestro kuliner asal Jepang peraih pengakuan Michelin.

Ia meracik menu yang memadukan presisi teknik Jepang dengan kekayaan rempah Bali. Namun, keajaiban sebenarnya dimulai saat tamu mengenakan perangkat VR.

​Setiap hidangan adalah sebuah bab dalam cerita visual. Atmosfer di sekitar tamu akan berubah mengikuti profil rasa makanan—mulai dari kedalaman hutan yang tenang hingga visual kosmik yang megah—menciptakan narasi yang mengalir dari hidangan pembuka hingga penutup.

​”Visual, suara, dan tempo dirancang khusus untuk mendukung hidangan, bukan mengalihkan perhatian dari esensi makanan itu sendiri,” ungkap tim EPIC NOW.

​Pengalaman ini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang koneksi. Digelar di Elysium, sebuah mahakarya arsitektur kaca dan bambu yang menghadap langsung ke samudera, suasana intim sangat dijaga:

​Kapasitas Terbatas: Hanya 20 tamu per sesi untuk menjamin detail layanan yang personal.

​Waktu Operasional: Tersedia setiap Jumat dan Sabtu malam.

​Pilihan Paket: Mulai dari Discovery Experience hingga VIP Experience yang mencakup pairing minuman terkurasi.

​Tren immersive dining memang telah menjamur di kota dunia seperti Tokyo dan New York, namun kehadiran VR Michelin di Nuanu menandai babak baru bagi pariwisata Indonesia.

Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City, menjelaskan bahwa proyek ini adalah wujud nyata visi Nuanu sebagai wadah kolaborasi lintas disiplin.

“Nuanu diciptakan sebagai ruang di mana seni, teknologi, dan budaya bertemu tanpa kehilangan identitasnya masing-masing,” ujarnya.

​Bagi Anda yang mencari lebih dari sekadar makan malam biasa, petualangan di Luna Beach Club ini adalah undangan untuk merayakan kreativitas manusia di bawah langit Tabanan. ***

Berita Lainnya

Terkini