Merawat Tradisi Kemanusiaan: Sri Sultan Salurkan Rp2,3 Miliar untuk Mahasiswa Sumatra di Yogyakarta

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, menyerahkan bantuan biaya hidup (living cost) senilai Rp2,33 miliar kepada mahasiswa asal Sumatra

22 Desember 2025, 19:36 WIB

Yogyakarta– Di tengah bayang-bayang kesulitan ekonomi akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, secercah harapan datang dari Bangsal Kepatihan.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, secara resmi menyerahkan bantuan biaya hidup (living cost) senilai Rp2,33 miliar kepada mahasiswa asal Sumatra yang tengah menimba ilmu di Kota Pelajar, Senin (22/12/2025).

Bantuan ini bukan sekadar subsidi finansial, melainkan perwujudan janji sejarah yang telah terjaga selama puluhan tahun di tanah Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Ngarsa Dalem mengungkapkan, aksi solidaritas ini merupakan tradisi yang diwariskan oleh ayahandanya, Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Ngarsa Dalem mengenang masa pergolakan PRRI di Sumatra Barat, di mana banyak mahasiswa terputus kiriman dari orang tua mereka.

“Saya hanya melanjutkan tradisi orang tua saya. Saat peristiwa PRRI dulu, semua mahasiswa Sumatra Barat di Jogja dibantu agar pendidikannya tidak terhenti. Bahkan, dua mantan Gubernur Sumatra Barat bercerita mereka bisa lulus karena ditanggung oleh Pemda DIY saat itu,” kenang Sri Sultan penuh haru.

Tradisi ini terus hidup dan berkembang. Yogyakarta berkomitmen bahwa setiap kali bencana melanda daerah asal mahasiswa—baik itu di Aceh, Papua, maupun Sumatra—Yogya akan hadir sebagai “orang tua asuh” bagi mereka yang sedang berjuang di rantau.

Pemerintah Daerah DIY menyalurkan bantuan jaminan hidup (jadup) ini dengan rincian sebagai berikut:

Total Penerima: 1.296 Mahasiswa (PTN & PTS di DIY).

Asal Daerah: Wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Total Anggaran: Rp2.332.800.000.

Sri Sultan juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada perguruan tinggi, yayasan, dan warga Yogyakarta yang bahu-membahu menjaga nyala api pendidikan para mahasiswa rantau. Menurut beliau, beban berat akan terasa ringan jika dipanggul bersama.

Tujuan mereka datang ke Jogja adalah untuk kuliah. Jangan sampai karena bencana di kampung halaman, kuliah mereka putus di tengah jalan.

“Semoga bantuan ini menjadi manfaat nyata bagi adik-adik semua untuk menyelesaikan pendidikannya,” pungkas Sultan.***

Berita Lainnya

Terkini