MES Perkuat Fondasi Ekonomi Inklusif untuk Seluruh Umat

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi ekonomi yang berorientasi kepentingan bersama masyarakat.

30 Agustus 2025, 15:19 WIB

Badung – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi ekonomi yang berorientasi pada kepentingan bersama seluruh masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris IV Pengurus Pusat MES, Teguh Santosa, dalam pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) MES Provinsi Bali di Hotel Santika Kuta, Sabtu (30/8/2025).

Menurut Teguh, MES berupaya menggerakkan ekonomi menuju arah yang lebih berpihak pada kepentingan banyak orang, sejalan dengan program pemerintah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2025-2029.

 

Pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) MES Provinsi Bali di Hotel Santika Kuta, Sabtu (30/8).dok,kabarnusa

“Kalau kita lihat program pemerintah mengarah ke sana, dalam istilah Islam ‘untuk umat’,” ujarnya.

Ekonomi Syariah Berfokus pada Inklusivitas dan Keadilan

Teguh menjelaskan, sifat utama ekonomi syariah adalah inklusivitas, yang berarti pelibatan dan partisipasi banyak pihak.

“Bukan hanya kelompok pemilik modal atau pengusaha saja, tetapi pekerja juga mendapat perhatian besar dalam ekonomi syariah,” katanya.

Ia mencontohkan prinsip “bayarlah upah sebelum kering keringatnya,” yang menunjukkan hubungan industrial yang berkeadilan.

Menurutnya, pemahaman ekonomi syariah tidak sesederhana sekadar ritual ibadah, melainkan menyatukan pekerjaan dan ibadah. “Kita bekerja, kita berusaha, dan berhubungan dengan sesama itu adalah bagian dari ibadah,” imbuhnya.

Dukungan untuk Program Pemerintah dan Sosialisasi Ekonomi Syariah

Ketua MES Bali, Pinto Wahyudi, menambahkan, MES Bali akan menyelaraskan programnya dengan kebijakan pusat dan mendukung program pemerintah.

“Kita di Bali ingin menjadi bagian yang mendukung keberagaman,” kata Pinto Wahyudi menegaskan.

Meskipun ekonomi syariah masih perlu lebih membumi di Bali, MES terus gencar melakukan sosialisasi dan meningkatkan literasi bekerja sama dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan perbankan syariah.

Pinto menekankan ekonomi syariah adalah ekonomi yang berkeadilan.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan MES terhadap program pemerintah, khususnya terkait mandatori produk halal sesuai Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014.

“Di Bali, alhamdulillah, kesadaran akan produk halal sangat tinggi. Ini bukan soal agama, tetapi masalah untuk semua,” jelasnya.

Menurut Pinto, sertifikasi halal bermanfaat bagi seluruh umat karena menjadikan produk lebih baik dan bersih.

“Sertifikasi halal menjadikan produk lebih baik, lebih bersih, dan sebagainya,” pungkasnya.***

Berita Lainnya

Terkini