Tabanan – Nuanu Creative City menggelar forum Nuanu Future Talks: Gastronomy Leaders yang mempertemukan chef, pemilik restoran, operator hospitality, investor, dan pemangku kepentingan industri kuliner.
Forum ini menjadi wadah diskusi untuk membahas arah masa depan kuliner Bali dengan fokus pada regulasi, model bisnis berkelanjutan, serta standar profesional yang lebih kuat.
Dalam kesempatan tersebut, Nuanu Creative City juga memperkenalkan Sutala Culinary District, sebuah kawasan kuliner yang akan hadir di dalam pengembangan Nuanu seluas 44 hektare.
Sutala dirancang sebagai pusat kolaborasi dan inovasi gastronomi, bukan hanya sebagai infrastruktur fisik, tetapi sebagai ekosistem yang mendukung pertumbuhan jangka panjang industri kuliner Bali.
Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City, menekankan pentingnya dialog sebelum pembangunan.
Menurutnya, menghadirkan para pelaku utama industri dalam satu ruang memungkinkan diskusi terbuka mengenai tantangan dan peluang.
“Sehingga Bali dapat tumbuh sebagai destinasi kuliner yang diperhitungkan secara global,” tutur Lev Kroll dalam keterangan tertulis.
Forum ini menyoroti isu-isu penting seperti kejelasan regulasi, ketahanan operasional, model investasi jangka panjang, serta pentingnya menjaga identitas kuliner lokal Bali di tengah tren global.
Dukungan juga datang dari mitra industri yang menekankan perlunya membangun ekosistem berkelanjutan.
Nuanu Future Talks: Gastronomy Leaders menegaskan komitmen Nuanu Creative City untuk menjadikan Bali bukan hanya destinasi pariwisata kelas dunia, tetapi juga pusat gastronomi global.
Melalui Sutala Culinary District, Nuanu menempatkan profesionalisme, kolaborasi, dan integritas budaya sebagai fondasi utama perkembangan industri kuliner Bali. ***

