Denpasar – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menghadiri Gelar Agung Pecalang Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Puputan Margarana (Niti Mandala), Renon, Denpasar Timur, Sabtu (7/3/2026).
Ribuan Pecalang dari seluruh Bali hadir dalam apel besar tersebut sebagai simbol sinergi antara aparat negara dan kearifan lokal dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
Acara ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Bali, Danrem 163/Wira Satya, para Bupati dan Wali Kota se-Bali, Dandim jajaran Korem 163/Wira Satya, Kapolres se-Bali, serta sejumlah undangan lainnya.
Suasana khidmat tercipta ketika ribuan Pecalang bersama-sama menggaungkan Tri Semaya Pecalang Bali sebagai komitmen menjaga keamanan, ketertiban, serta kelestarian adat dan budaya di tengah dinamika zaman.
Gubernur Bali dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan Gelar Agung Pecalang yang dinilai memperkuat kesiapsiagaan Bankamda (Bantuan Keamanan Desa Adat).
Ia menekankan tahun ini memiliki tantangan khusus karena Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 berdekatan dengan Malam Takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan toleransi, kedewasaan, dan kesiapan pengamanan agar kedua perayaan besar dapat berlangsung damai.
Kehadiran Pangdam IX/Udayana menjadi wujud komitmen Kodam IX/Udayana dalam mendukung terciptanya keamanan wilayah, khususnya pada momentum perayaan hari besar keagamaan.
Pangdam juga meninjau barisan Pecalang dan berinteraksi dengan peserta apel, mencerminkan eratnya kemitraan antara TNI dan masyarakat adat.
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si., menegaskan sinergi TNI dan Pecalang merupakan implementasi nyata Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).
Pecalang, menurutnya, memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan berbasis adat, sehingga kolaborasi dengan TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi modal utama menciptakan stabilitas wilayah yang aman dan harmonis.
Melalui Gelar Agung Pecalang Bali Tahun 2026, diharapkan kolaborasi antara aparat negara dan masyarakat adat semakin kuat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelestarian budaya Bali sebagai warisan bangsa. ***

