Omzet Beringharjo Capai Rp2 Triliun, Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Rakyat Terjaga

Menkeu Purbaya menilai Pasar Beringharjo tetap hidup dengan omzet mencapai Rp2 triliun per tahun saat omset pasar tradisional lainnya menurun

17 Maret 2026, 18:24 WIB

Yogyakarta– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan kerja ke Teras Malioboro (TM) 1 dan Pasar Beringharjo, Yogyakarta, pada Selasa siang hingga sore.

Didampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, kunjungan ini menyoroti geliat ekonomi sektor UMKM di tengah pemulihan pasca-pandemi.

Di TM 1, Purbaya memborong sejumlah produk khas Yogyakarta sebelum melanjutkan ke Pasar Beringharjo.

Kehadirannya disambut antusias masyarakat dan wisatawan, meski sempat diwarnai kritik terkait program MBG. Menanggapi hal tersebut, Purbaya menekankan perlunya efektivitas kebijakan.

Saat berkeliling Pasar Beringharjo, Purbaya membeli berbagai produk batik berbahan katun dan sutra dengan total belanja sekitar Rp10 juta.

Salah satu pedagang, Eka Setiarini, mengaku terkejut dagangannya dibeli langsung oleh Menteri Keuangan.

Produk yang paling menarik perhatian adalah kain sutra sarimbit dengan harga mencapai Rp4,9 juta.

Dalam keterangannya, Purbaya menilai Pasar Beringharjo tetap hidup dengan omzet mencapai Rp2 triliun per tahun, berbeda dengan sejumlah pasar tradisional lain yang mengalami penurunan.

Ia menegaskan harga produk di Yogyakarta relatif lebih terjangkau dibanding Jakarta, sehingga daya beli masyarakat masih terjaga.

“Pasar masih hidup, pedagang ramai, bahkan ada yang meminta akses KUR. Ini menunjukkan ekonomi rakyat tetap bergerak,” ujarnya.

Purbaya juga menekankan bahwa pemulihan ekonomi pasca-Covid memang belum merata, namun indikator di lapangan menunjukkan aktivitas perdagangan tetap kuat.

“Kalau di sini cukup ramai, tidak mati suri seperti yang dikatakan pengamat. Ekonomi rakyat masih berjalan,” pungkasnya.***

Berita Lainnya

Terkini