Palem Craft Bantul ‘Sulap’ Serat Alam Jadi Dekorasi Ramah Lingkungan yang Memikat Pasar Global

Produk UMKM Bantul yang ramah lingkungan dan zero waste, kini diminati resor mewah, hotel, rumah-rumah pribadi di berbagai negara.

30 November 2025, 06:32 WIB

Bantul– Karya kerajinan tangan (craft) Indonesia kembali unjuk gigi di kancah internasional. Palem Craft, sebuah produsen home decor asal Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sukses menembus pasar Eropa hingga Amerika Latin dengan produk unggulannya yang sepenuhnya terbuat dari serat alam seperti pandan, serat pisang, dan mendong.

Produk UMKM ini, yang menjunjung tinggi prinsip ramah lingkungan dan zero waste, kini diminati oleh resor mewah, hotel, dan rumah-rumah pribadi di berbagai negara.

Menjadi kebanggan produk-produk ramah lingkungan Indonesia ternyata peminatnya luar biasa.

“Banyak dipakai oleh resor, hotel, dan rumah-rumah pribadi di negara Eropa bahkan sampai Amerika Latin, termasuk Argentina, Chile, dan Meksiko,” ungkap Owner sekaligus CEO Palem Craft, Deddy Effendy, usai pelepasan ekspor oleh Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti 26 November 2025

Sebagai bukti permintaan yang terus melonjak, Palem Craft akan mengirimkan tiga kontainer produk pada akhir bulan ini menuju Amerika Serikat, Prancis, dan Belgia. Produk yang diekspor meliputi cermin, lampu, dan berbagai dekorasi lain.

“Produk kami seluruhnya terbuat dari serat alam, sehingga benar-benar ramah lingkungan dan dapat terurai secara alami tanpa menimbulkan limbah,” jelas Deddy, menegaskan nilai jual utama produknya.

Meski telah rutin menembus pasar Eropa dan kini mulai merambah Amerika Latin, Deddy mengakui masih ada tantangan besar di depan mata, terutama bagi UMKM.

Di balik kesuksesan global, Deddy Effendy menyoroti dua kendala utama yang dihadapi UMKM eksportir: regulasi dan akses pasar.

“Kendalanya memang dari sisi regulasi, karena setiap negara berbeda-beda, dan informasi valid mengenai hal ini masih sulit didapat. Kedua, akses pasar yang luas memerlukan promosi dan pemodalan,” papar Deddy.

Untuk pasar lokal sendiri, edukasi mengenai produk ramah lingkungan dan awet masih menjadi pekerjaan rumah.

Oleh karena itu, Palem Craft menaruh harapan besar kepada Pemerintah untuk memberikan dukungan nyata.

Deddy berharap Pemerintah dapat memfasilitasi studi regulasi di tiap negara tujuan ekspor serta mensupport promosi dan pemodalan agar potensi produk home decor ramah lingkungan Indonesia dapat berkembang pesat di pasar global. ***

Berita Lainnya

Terkini