![]() |
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho/ist |
Denpasar – Meskipun sektor utama pariwisata di Bali mengalami penurunan signifikan namun sektor properti justru tumbuh positif memberikan kontribusi PDRB hingga 4 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyampaikan hal itu saat webinar Perkembangan Sektor Properti di Bali, Jumat(3/7/2020).
Diakuinya, pandemi penyebaran virus corona COVID-19, telah berdampak signifikan terhadap berbagai sektor perekonomian di Bali terutama parwisata sejak triwulan pertama.
Pada triwulan pertama tahun ini, diketahui kontribusi sektor properti terhadap PDRB terbilang masih kecil kisaran 4,1 persen.
Anjloknya sektor pariwisata saat pandemi karena memang, hampir semua aktivitas masyarakat, tidak bisa bergerak sebagai akibat kebijakan stay at home, work from home, social distancing.
Kondisi itu terus berlangsung sampai memasuki triwulan kedua sehingga perekonomian di Bali mengalami perlambatan.
Memasuki bulan Juni lalu, saat pandemi COVID-19, baik Indonesia maupun Bali khususnya masih pada level “wait n see”.
“Masih wait n see lah di Bali, kalau saya tidak katakan pesimis ya terkait perkembangan ekonomi di triwulan kedua ini,” imbuhnya.
Pada bagian lain, Trisno menyebutkan, pada triwulan pertama sektor properti menunjukkan tren bagus khususnya dalam penjualan rumah pertama atau primer bagi para keluarga muda.
Sedangkan metode penjualan masih menggunakan produk-produk KPR perbankan.
Sementara untuk properti yang sekunder dan komersial mengalami penurunan pada triwulan kedua sebagai dampak pandemi Covid-19. Adanya penurunan harga seiring pandemi tersebut juga berdampak terhadap sektor ini.
Soal sektor properti komersial jelas mengalami penurunan baik untuk sewa hotel dan apartemen akibat menurunnya permintaan. Tentu, bergairahnya sektor ini seperti pembangunan hotel atau apartemen akan menyesuaikan dengan permintaan baru.
Dengan momentum masuknya new normal yang akan dibuka pada 9 Juli ini, pihaknya berharap semua kalangan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk meyakinkan kepada masyarakat hingga dunia bahwa Bali bisa memberikan jaminan dalam penanganan COVID-19. (rhm)