Jakarta – Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Resky Yusuf Hermawan, sukses mengamankan podium kedua pada balapan pertama (race 1) ajang Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) putaran keenam yang berlangsung di Sirkuit Lusail, Qatar, Sabtu (7/11).
Hasil manis ini diimbangi oleh performa solid rekan-rekan setimnya. Bintang Pranata Sukma dan Muhammad Badly Ayatullah berhasil menyentuh garis finis masing-masing di posisi keempat dan kelima, sementara M. Maulana Malik menyusul di urutan kesembilan.
Balapan berlangsung sengit sejak awal di grup terdepan, namun persaingan harus terhenti lebih awal setelah insiden kecelakaan memicu dikibarkannya red flag pada putaran ke-10.
Resky Yusuf Hermawan mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya meski mengakui ada sedikit kekecewaan karena balapan terhenti sebelum waktunya.
“Alhamdulillah bisa meraih podium di balapan pertama saya di Sirkuit Lusail Qatar. Sempat kecewa karena race berakhir lebih cepat akibat red flag, tetapi saya sangat senang dengan hasil ini. Saya belum puas dan akan berusaha lebih baik lagi di race 2 dengan seluruh kemampuan saya,” ujar Resky.
Senada dengan Resky, Bintang Pranata Sukma juga menatap balapan selanjutnya dengan optimisme tinggi setelah persaingannya terpotong durasi balapan yang terbatas.
“Meski hasilnya belum sesuai harapan karena race berakhir lebih cepat akibat red flag, alhamdulillah saya masih diberi keselamatan. Sepanjang balapan saya berada di grup depan dan merasa punya kecepatan. Saya akan tetap fokus menghadapi race 2,” kata Bintang.
Sementara itu, Muhammad Badly Ayatullah yang melakukan start dari posisi ke-15 berhasil menembus barisan depan berkat aksi menyalip yang impresif.
“Start dari P15 bukan hal mudah, tetapi saya berusaha sekuat tenaga untuk maju ke depan dan podium sudah di depan mata. Semoga tidak ada insiden lagi di race 2 dan saya akan mencoba kembali,” jelas Badly.
Dari posisi kesembilan, M. Maulana Malik mencatat peningkatan kecepatan yang signifikan dibanding sesi sebelumnya, meski kebangkitannya harus terhenti akibat insiden bendera merah tersebut.
“Sempat kesulitan di awal lap, tetapi saya tetap fokus agar tidak tertinggal rombongan. Saya melihat banyak peluang untuk maju karena kecepatan saya meningkat dibanding sesi sebelumnya. Sayang race berakhir lebih cepat dan saya harus puas finis di posisi kesembilan,” tutup Maulana.
Dengan modal kecepatan dan posisi finis di jajaran terdepan ini, para pebalap binaan AHM bersiap memberikan penampilan maksimal pada race kedua untuk kembali memperebutkan podium tertinggi bagi Indonesia.***

