Pemda DIY Siapkan Rest Area Tambahan dan Jalur Alternatif Hadapi Lonjakan Pemudik

Pemda DIY mendukung kebijakan work from anywhere (WFA) untuk mengurai kepadatan, meski diakui terdapat keterbatasan bagi sektor industri

20 Februari 2026, 10:38 WIB

Yogyakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan persiapan angkutan Lebaran 2026 terus dimatangkan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menyampaikan hal tersebut saat kunjungan koordinasi di Gedhong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (19/2/2026), bersama Wakil Gubernur DIY Paku Alam X dan jajaran terkait.

Dudy menegaskan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.

Berbagai skenario pengaturan lalu lintas dan transportasi telah disiapkan agar penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, persiapan sudah dilakukan sedemikian rupa. Kami mohon doa agar penyelenggaraan tahun ini berjalan lebih baik,” ujarnya.

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyebut kunjungan Menhub merupakan agenda rutin untuk memastikan kesiapan daerah menghadapi lonjakan pemudik.

Pemda DIY mendukung kebijakan work from anywhere (WFA) untuk mengurai kepadatan, meski diakui terdapat keterbatasan bagi sektor industri.

Selain itu, masjid di sepanjang jalur mudik akan dioptimalkan sebagai rest area tambahan, dengan evaluasi dari masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebagai bahan perbaikan.

Pemda DIY juga mengusulkan perpanjangan jalur kereta api bandara hingga Stasiun Maguwoharjo guna meningkatkan konektivitas.

Usulan tersebut mendapat respons positif dan tengah dikoordinasikan dengan pihak terkait, termasuk aspek keselamatan.

Di samping itu, optimalisasi bus sekolah dengan sistem zona atau titik kumpul juga diajukan agar satu unit bus dapat melayani beberapa sekolah secara bergantian.

Dalam pertemuan tersebut turut dibahas penertiban penggunaan bus pariwisata yang beroperasi tidak sesuai peruntukan.

Pemda menerima aspirasi dari sejumlah perusahaan otobus dan mendorong penegakan aturan untuk menekan risiko kecelakaan.

“Risiko kecelakaan bukan hanya karena kondisi jalan, tetapi juga penguasaan medan dan kelayakan kendaraan. Itu menjadi perhatian bersama,” kata Dwipanti Indrayanti.

Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, pemerintah berharap penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. ***

Berita Lainnya

Terkini