Pemerintah Siapkan Pelatihan AI dan Coding untuk Guru, Bahasa Inggris Mulai Diajarkan Sejak SD

Pemerintah menyiapkan program pelatihan artificial intelligence (AI) dan coding bagi guru mulai Sekolah Dasar (SD), SMP, hingga SMA dan SMK.  

26 Januari 2026, 18:53 WIB

Yogyakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah dalam mempersiapkan tenaga pendidik menghadapi tantangan era digital.

Ia mengungkapkan, pemerintah tengah menyiapkan program pelatihan artificial intelligence (AI) dan coding bagi guru di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), SMP, hingga SMA dan SMK.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti usai menghadiri Forum Education di Ballroom INKA UNY, Sabtu (24/1/2026).

Menurutnya, pelatihan ini bukan untuk merekrut guru baru, melainkan memberikan keterampilan tambahan kepada guru yang sudah ada, khususnya mereka yang mengajar mata pelajaran teknologi informasi maupun yang akan diarahkan untuk mengajar AI dan coding.

“Keikutsertaan guru dalam pelatihan ini nantinya bisa dihitung sebagai bagian dari sertifikasi guru,” jelasnya.

Selain AI dan coding, pemerintah juga menyiapkan pelatihan bahasa Inggris bagi guru kelas SD. Hal ini sejalan dengan rencana penerapan kurikulum baru yang akan mulai mengajarkan bahasa Inggris sejak kelas 3 SD pada tahun 2027.

Abdul Mu’ti menekankan, pelatihan ini tidak dilakukan dengan merekrut guru bahasa Inggris baru, melainkan meningkatkan kompetensi guru yang sudah ada agar mampu mengajar bahasa Inggris di samping mata pelajaran lain.

Dalam forum tersebut, Abdul Mu’ti menyoroti pentingnya keterampilan masa depan untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Mengutip laporan *World Economic Forum*, ia menyebut bahwa keterampilan yang paling dibutuhkan pada periode 2025–2030 adalah AI, *analytical thinking*, coding, serta *critical thinking*.

Lebih lanjut, ia menekankan, pendidikan tidak hanya berfokus pada *hard skill*, tetapi juga *soft skill* yang mendukung kemampuan adaptasi, ketahanan, dan kualitas hidup.

“Soft skill menjadi kunci agar siswa mampu bertahan, beradaptasi, dan meraih kehidupan yang layak serta bahagia,” ujarnya.

Abdul Mu’ti menutup pernyataannya dengan menegaskan AI harus menjadi bagian integral dari layanan pendidikan bermutu.

AI adalah produk kecanggihan akal manusia yang harus kita manfaatkan untuk mencetak generasi berkualitas,” pungkasnya. ***

Berita Lainnya

Terkini