Denpasar – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Bali secara resmi mengecam keras insiden yang menewaskan Affan Kurniawan.
Dalam pernyataannya, mereka mendesak aparat hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut sebagai tindak pidana pembunuhan.
Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Bali, Abdillah Nur Ihsan, dan Wakil Ketua Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik, M. Zainal Abidin, menilai kematian Affan Kurniawan, yang terlindas kendaraan taktis Brimob, merupakan kejahatan serius.
“Wafatnya Affan Kurniawan dengan cara dilindas kendaraan taktis adalah tindakan pembunuhan. Ini kejahatan serius yang harus diusut tuntas,” tegas Abdillah.
Lebih lanjut, Abdillah juga menuntut agar pelaku dan atasan yang bertanggung jawab atas insiden tersebut dimintai pertanggungjawaban secara etik maupun hukum.
Selain itu, Pemuda Muhammadiyah Bali juga menyampaikan enam poin sikap resmi terkait insiden ini:
Menuntut transparansi dan keadilan: Mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan adil.
Tolak kenaikan gaji DPR: Mendesak DPR RI untuk membatalkan rencana kenaikan gaji dan tunjangan, serta mengesahkan RUU Perampasan Aset untuk pemberantasan korupsi.
Desak pergantian anggota DPR: Menyerukan pimpinan partai politik dan DPR RI untuk segera mengganti anggota dewan yang dianggap tidak kompeten.
Hentikan tindakan represif: Mendesak Presiden dan Kapolri untuk menghentikan tindakan represif terhadap peserta aksi dan membebaskan seluruh demonstran yang ditahan.
Jaga stabilitas nasional: Mengimbau masyarakat agar tetap menjaga stabilitas dan keamanan nasional saat menyampaikan aspirasi tanpa merusak fasilitas umum.
M. Zainal Abidin menambahkan, pernyataan ini bentuk tanggung jawab moral dan sosial Pemuda Muhammadiyah.
Ia menegaskan, negara harus melindungi nyawa warganya dan aparat harus bertindak sesuai koridor hukum dan HAM.
“Kita tidak menoleransi kekerasan dalam bentuk apapun,” tutup Zainal.***