Yogyakarta– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) terus mematangkan strategi penanganan genangan air di tahun 2026.
Dengan mengusung konsep drainase lestari, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14,8 miliar untuk memperkuat infrastruktur perkotaan terhadap ancaman hujan deras.
Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPUPKP Kota Yogyakarta, Rahmawan Kurniadi, mengungkapkan bahwa kondisi drainase kota saat ini menunjukkan tren positif. Program kerja sepanjang 2025 diklaim berhasil mengurangi titik genangan secara signifikan.
Untuk tahun ini, anggaran belasan miliar tersebut akan didistribusikan ke dalam tiga kategori utama: pembangunan baru, pemeliharaan rutin, dan penanganan insidentil. Beberapa proyek strategis yang menjadi prioritas antara lain:
Kawasan Kotagede: Pembangunan saluran di Jalan Kemasan – Nyi Pembayun senilai Rp3 miliar untuk menyambungkan saluran baru dengan sistem lama.
Kawasan Rejowinangun: Lanjutan perluasan saluran ke arah selatan dan timur dengan anggaran Rp3 miliar guna menghapus titik genangan lama.
Dana Insidentil: Disiapkan sebesar Rp2 miliar untuk perbaikan kerusakan mendadak atau skala berat di kawasan padat penduduk (rata-rata Rp200 juta per titik).
Berbeda dengan sistem konvensional, DPUPKP kini menerapkan sistem sumur resapan terintegrasi.
Alih-alih langsung membuang air ke sungai, sistem ini berfungsi sebagai “rem” untuk memperlambat aliran permukaan sekaligus menangkap sedimen agar pemeliharaan lebih mudah.
Selain itu, seiring berkurangnya lahan persawahan di kota, DPUPKP melakukan langkah adaptif dengan mengonversi saluran irigasi yang sudah tidak aktif menjadi saluran drainase yang dilengkapi sumur resapan.
“Secara umum sudah mengurangi genangan. Kawasan seperti XT Square yang dulu rawan kini sudah terkendali setelah perbaikan inlet dan pembersihan sampah,” ujar Kurniadi dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk aktif melapor melalui kanal Jogja Smart Service (JSS).
Kurniadi menegaskan bahwa petugas akan langsung diterjunkan ke lapangan jika terdapat laporan genangan yang tidak surut dalam waktu lebih dari dua jam.
Meski sebagian besar wilayah mulai aman, DPUPKP mengakui masih ada titik yang memerlukan perhatian khusus, seperti kawasan Langensari dan Kampung Klitren, yang nantinya akan ditangani melalui kolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). ***

