Pertamina Hadirkan Program ‘Jelantah Jadi Rupiah’ di Kampung Ramadan Jogokariyan

Sebagai bentuk nyata dukungan, Pertamina menyalurkan 10 tabung Bright Gas gratis setiap hari selama gelaran Kampung Ramadhan Jogokariyan

19 Februari 2026, 10:46 WIB

YogyakartaPertamina Patra Niaga kembali menunjukkan komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat.

Melalui Area Manager Communication, Relation, dan TSR Jateng-DIY, Taufik Kurniawan, perusahaan energi ini meluncurkan program inovatif bertajuk “Jelantah Jadi Rupiah” di Yogyakarta.

Program perdana tersebut diperkenalkan dalam rangkaian Kampung Ramadan ke-22 di Masjid Jogokariyan, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Taufik menegaskan, kehadiran Pertamina di Kampung Ramadan bukan sekadar seremonial.

Masjid Jogokariyan dinilai sebagai pusat aktivitas masyarakat yang mampu menggerakkan energi sosial, sejalan dengan visi Pertamina untuk energizing Indonesia.

Sebagai bentuk nyata dukungan, Pertamina menyalurkan 10 tabung Bright Gas gratis setiap hari selama Ramadan.

Lima tabung diperuntukkan bagi dapur utama masjid, sementara lima lainnya mendukung kelompok ibu-ibu yang memasak hidangan berbuka.

“Jika kebutuhan meningkat, kami siap menambah pasokan,” ujar Taufik.

Tak hanya itu, Pertamina juga menghadirkan promo istimewa: penukaran gratis tabung LPG 3 kilogram ke Bright Gas 5,5 kilogram maupun 12 kilogram selama 30 hari penuh Ramadan 2026.

Masyarakat cukup mendatangi booth, melakukan pendataan, lalu langsung menukar tabungnya tanpa biaya.

Program “Jelantah Jadi Rupiah” resmi diluncurkan di Yogyakarta dengan konsep sederhana namun berdampak besar.

Melalui aplikasi MyPertamina, masyarakat dapat menukarkan minyak jelantah menjadi nilai ekonomi.

“Harapannya, semakin banyak warga yang teredukasi sekaligus memperoleh manfaat finansial,” jelas Taufik. Program ini akan digelar serentak di 10 titik lain di Jogja.

Pertamina juga memastikan pasokan LPG 3 kilogram tetap aman sepanjang Ramadan.

Pada 17 Februari 2026, tambahan 1,1 juta tabung LPG telah disalurkan untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY, jumlah yang mencapai 80–90 persen dari kebutuhan harian.

“Biasanya konsumsi harian sekitar 900 ribu tabung, dan di Ramadan peningkatannya hanya sekitar 5 persen. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, pasokan kami lakukan penuh dan berkala,” tegas Taufik.

Pertamina bersama tim pengendali inflasi daerah juga melakukan pengawasan ketat agar distribusi LPG subsidi tepat sasaran.

Restoran, hotel, dan kafe yang tidak berhak menggunakan LPG 3 kilogram akan diawasi secara khusus untuk mencegah penyalahgunaan.

Melalui rangkaian program ini, Pertamina tidak hanya menghadirkan energi dalam bentuk gas, tetapi juga energi sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Ramadan di Jogokariyan pun semakin bermakna, dengan semangat berbagi dan inovasi yang menyala.***

 

Berita Lainnya

Terkini