JAKARTA – Philips Lighting (Euronext Amsterdam ticker: LIGHT), pemimpin global di bidang pencahayaan, baru-baru ini mengumumkan pencapaian bisnisnya untuk kuartal keempat dan sepanjang tahun 2016 salah satunya keberhasillan merampungkan pemasangan 90.000 lampu infrastruktur di Jakarta.
Pada tahun 2016, Philips berjalan sesuai dengan tujuan strategis yang telah ditetapkan terlepas dari kondisi pasar yang sangat menantang. Pencapaian peningkatan profit yang signifikan dan arus kas yang solid di tahun pertama sebagai perusahaan yang berdiri sendiri.
“Pencapaian ini menandai perkembangan yang terus berlanjut untuk mencapai tujuan startegis dan keuangan jangka waktu menengah kami,” ungkap CEO Philips Lighting, Eric Rondolat dalam siaran pers diterima Kabarnusa.com, Rabu (1/2/2017).
Pihaknya tetap fokus pada peluang yang ada dan terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan melalui inovasi seraya menerapkan tindakan nyata untuk terus meningkatkan pertumbuhan profil perusahaan.
Salah satu pencapaian bisnis yang disorot di dalam laporan keuangan adalah kontribusi Indonesia pada segmen pencahayaan profesional (professional lighting), khususnya pencahayaan untuk infrastruktur.
Philips Lighting Indonesia telah menyelesaikan pemasangan 90.000 lampu jalan terkoneksi di Jakarta, yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk terus memimpin dalam peralihan ke sistem serta pembangunan instalasi berbasis koneksi terbesar.
Jaringan Jakarta, dikelola dengan menggunakan sistem pencahayaan jalan Philips CityTouch, yang merupakan salah satu sistem pencahayaan terkonesi yang terbesar di dunia.
Pencapaian ini telah disampaikan oleh Eric dalam acara World Economic Forum 2017, “Pada kuartal empat (2016), kami telah memasok 90.000 lampu jalan di Jakarta yang sepenuhnya terkoneksi dengan sistem peranti lunak pada Cloud. Sekarang anda dapat membayangkan keadaan di Jakarta sebelum dan sesudah dipasang lampu baru, untuk menciptakan kota yang lebih aman dan lebih terang, sehingga dapat mengurangi tingkat kecelakaan”.
Forum ini mendiskusikan Revolusi Industri Keempat yang ditandai dengan perpaduan dari teknologi yang mengaburkan batasan antara bidang fisik, digital, dan hayati seperti Internet of Things, kecerdasan buatan dan robotik.
Seperti kota besar lainnya di Indonesia, Jakarta tengah beralih menjadi kota cerdas yang mengintegrasikan semua layanan infrastruktur dibawah satu kontrol dan manajemen, termasuk di dalamnya, lampu jalan. Proyek lampu jalan Jakarta CityTouch yang meliputi 41 area di seluruh Jakarta, dimulai sejak tahun 2016 dan secara signifikan telah membantu kota megapolitan ini untuk menjadi kota pintar.
“Indonesia merupakan pasar penting bagi bisnis kami secara global. Dengan demikian kami berkomitmen untuk terus membawa teknologi pencahayaan inovatif kami ke Indonesia dan mendukung negara ini untuk mencapai tujuannya mengembangkan kota pintar di seluruh nusantara,” jelas President Director, PT Philips Indonesia Chandra Vaidyanathan.
CityTouch telah digunakan di lebih dari 700 proyek yang tersebar di 35 negara sejak dikembangkan pada tahun 2012. (des)