Pilih ‘Dewasa Ayu’ di Maret 2026, 104 Pasangan di Tabanan Ikuti Program Semara Ratih

Sebanyak 104 pasangan pengantin tercatat mengikuti program konseling pranikah di Tabanan kurun waktu singkat, 20 hingga 25 Maret 2026.

27 Maret 2026, 16:30 WIB

Tabanan– Memasuki bulan Maret yang dipenuhi hari baik (Dewasa Ayu), layanan unggulan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Program Semara Ratih, mencatatkan lonjakan signifikan.

Sebanyak 104 pasangan pengantin tercatat mengikuti program konseling pranikah ini dalam kurun waktu singkat, yakni 20 hingga 25 Maret 2026.

Program yang digagas oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., sejak November 2022 ini bertujuan untuk menciptakan keluarga berkualitas sekaligus menekan angka stunting, kematian ibu dan bayi, hingga mencegah perceraian.

Dalam implementasinya, setiap calon pengantin wajib menjalani konseling bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK) di tingkat desa. Tim ini terdiri dari bidan, kader PKK, tokoh agama, hingga unsur TNI/Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas).

Keunggulan utama dari program ini meliputi:

Sertifikasi: Pasangan mendapatkan sertifikat “Siap Nikah dan Siap Hamil”.

Layanan Administrasi Cepat: Dokumen kependudukan seperti KK, KTP-el, dan Akta Perkawinan diserahkan langsung tepat di hari pernikahan.

Kepedulian Lingkungan: Setiap pasangan diwajibkan menanam satu pohon sebagai simbol cinta sekaligus pelestarian alam.

Bupati Sanjaya menegaskan bahwa Semara Ratih bukan sekadar prosedur administratif, melainkan investasi sumber daya manusia.

“Kita ingin memastikan setiap pasangan siap secara fisik, mental, dan sosial. Melalui intervensi dari hulu ini, kita membangun generasi Tabanan yang unggul,” ujar Sanjaya saat penyerahan dokumen, Selasa (24/3).

Keberhasilan program ini terbukti secara nyata. Per tahun 2025, angka stunting di Kabupaten Tabanan berhasil ditekan hingga 2,75 persen dari total 21.079 balita sasaran.

Plt. Kepala Dinas Dukcapil Tabanan, Ni Wayan Dewi Sariati, menjelaskan hingga saat ini sebanyak 3.495 pasangan telah merasakan manfaat Semara Ratih. Ia menekankan layanan ini sepenuhnya gratis dan tersedia di seluruh desa melalui pendampingan TPK.

Salah satu pasangan pengantin, Pasek Nuadha dan Cahya, menyatakan apresiasinya terhadap kemudahan ini.

“Program ini sangat membantu, tidak hanya soal administrasi tapi juga memberi bekal pengetahuan bagi kami untuk membangun rumah tangga yang harmonis,” ungkap mereka. ***

Berita Lainnya

Terkini