Denpasar — Kepolisian Daerah Bali menggelar konferensi pers yang menyita perhatian publik, mengungkap kasus penganiayaan brutal yang merenggut nyawa seorang warga negara Belanda di sebuah villa mewah kawasan Kuta Utara.
Peristiwa mengenaskan ini terjadi di Villa Amira No. 1, Banjar Anyar Kelod, dan kini menjadi sorotan serius aparat penegak hukum.
Dalam konferensi pers yang berlangsung di Lobby Mapolda Bali, Sabtu (28/3/2026) jajaran Ditreskrimum Polda Bali bersama Polres Badung menyampaikan identitas korban: Rene Pouw (49), WN Belanda yang tengah tinggal sementara di Kerobokan.
Rene ditemukan tak bernyawa setelah diserang dengan senjata tajam dalam peristiwa yang disebut polisi sebagai aksi kejahatan keji
Penyelidikan mengungkap, tragedi bermula pada Senin malam (23/3/2026) sekitar pukul 22.00 WITA. Saat korban keluar villa bersama pasangannya, dua pria asing berboncengan motor matic muncul mencurigakan di ujung gang yang minim penerangan.
Ketika korban hendak kembali masuk ke villa, kedua pelaku langsung menyerang dengan pisau. Situasi berubah mencekam: salah satu pelaku bahkan mengejar saksi perempuan yang berhasil melarikan diri.
Korban diserang berulang kali, pelaku sempat keluar masuk area villa sebelum akhirnya kabur, meninggalkan Rene dalam kondisi bersimbah darah., potongan senjata tajam, serta barang pribadi milik korban dan saksi.
Pola kejadian mengindikasikan serangan ini bukan spontan, melainkan aksi yang direncanakan dengan matang.
Dua terduga pelaku, WNA Brasil berinisial DBLSA (36) dan KH (29), kini masuk daftar pencarian orang (DPO) dan menjadi buronan internasional.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara hingga 20 tahun. Polda Bali menegaskan komitmen penuh untuk memburu kedua pelaku, termasuk membuka jalur kerja sama lintas negara.
Kasus ini kembali menyoroti isu keamanan wisatawan asing di Bali, sekaligus menjadi peringatan keras akan pentingnya kewaspadaan di lingkungan tempat tinggal, terutama pada jam-jam rawan.***

