Yogyakarta – Ratusan pelajar di Kota Yogyakarta bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggelar kerja bakti bertajuk Jogja Berhati Nyaman pada Jumat (6/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung serentak di 14 kemantren ini difokuskan pada pembersihan rumput liar di trotoar dan area sekitar sekolah.
Salah satu titik utama berada di kawasan perempatan Jetis, melibatkan sekitar 500 pelajar dari sembilan sekolah, mulai dari TK hingga perguruan tinggi.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikpora Kota Yogyakarta, Hasyim, menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rakornas terkait Gerakan Indonesia Asri.
“Gerakan Resik Sekolah sudah dicanangkan sejak April 2025 dan kini diperkuat dengan pelaksanaan rutin setiap Jumat,” ujarnya.
Pembersihan dilakukan tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga diperluas hingga radius 50–200 meter ke area publik.
Selain kerja bakti, Disdikpora juga menggelar lomba kebersihan sekolah yang diikuti seluruh jenjang pendidikan.
Penilaian berlangsung hingga 16 Februari dengan melibatkan tim juri dari dinas kesehatan, dinas lingkungan hidup, serta organisasi masyarakat.
Sepuluh sekolah terbersih akan dipilih di tiap jenjang, kemudian diseleksi menjadi tiga terbaik.
Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora, Mugi Suyatno, menambahkan
Gerakan Resik Sekolah merupakan bagian dari pembiasaan karakter pelajar sejak 2022, sejalan dengan kampanye zero sampah anorganik.
“Muaranya adalah pembentukan karakter pelajar agar peduli lingkungan. Harapannya budaya bersih ini menjadi budaya pelajar dan akhirnya budaya Kota Yogyakarta,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 09.00 WIB ditutup dengan panggung ekspresi pelajar sebagai puncak acara.
Di kawasan Jetis, pembersihan dilakukan di kompleks sekolah dan area publik, termasuk trotoar serta jalur sumbu filosofi yang menjadi jalur wisata kota. ***

