Tabanan – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-96 Maha Warga Bhujangga Waisnawa (MWBW) di Vila Banjar Segara, Desa Kelating, Tabanan, Minggu (4/10/2026), tidak hanya menjadi ajang perayaan pertambahan usia organisasi. Lebih dari itu, momentum ini diisi dengan pesan moral mendalam dari para sulinggih agar keluarga besar pasemetonan senantiewa merawat keharmonisan.
Ketua Sabha Ida Rsi, Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Arimbawa Puja Segara, menegaskan HUT ke-96 hendaknya dimaknai sebagai ruang mulat sarira (introspeksi diri) bagi seluruh jajaran pasemetonan.
Menurutnya, evaluasi terhadap perjalanan organisasi sangat penting untuk menjaga kebersamaan di masa mendatang.
“Dalam kehidupan menyama braya, yang paling utama adalah rasa pasemetonan. Supaya bisa saling asah, asih, asuh. Kalau ada yang kurang agar bisa saling memaafkan,” ungkap Ida Rsi Arimbawa Puja Segara.
Ia juga menegaskan keluarga atau organisasi yang kuat bukanlah yang tanpa perbedaan, melainkan yang mampu menjaga kerukunan, komunikasi, serta rasa saling menghargai di tengah keragaman pandangan.
Selain menekankan pentingnya kerukunan internal, sulinggih asal Griya Tasik, Ngis, tersebut memberikan pesan khusus kepada generasi penerus.
Di tengah arus perkembangan teknologi dan zaman, generasi muda diingatkan agar tidak kehilangan nilai-nilai luhur warisan leluhur.
“Jangan sampai kita menjadi generasi yang maju dalam ilmu pengetahuan, tetapi kehilangan kebijaksanaan,” tegasnya, mengingatkan pentingnya memegang teguh nilai dharma, etika, sopan santun, serta semangat samyama braya.
Kepada para generasi senior, Ida Rsi Arimbawa Puja Segara turut berpesan agar senantiasa memberikan ruang, bimbingan, dan kepercayaan kepada kaum muda untuk ikut melanjutkan serta mengembangkan roda organisasi MWBW ke depan.
Peringatan HUT ke-96 yang turut dihadiri oleh Ketua Umum Moncol Pusat MWBW Guru Brigjen Pol (Purn) I Gede Alit Widana, jajaran Sabha Ida Rsi, pengurus kabupaten/kota se-Bali, hingga organisasi kepemudaan ini diharapkan mampu membawa Maha Warga Bhujangga Waisnawa semakin kokoh, kompak, harmonis, serta bermanfaat bagi masyarakat dan agama. ***

