Satpol PP Jogja Perketat Pengamanan Malioboro Selama Libur Lebaran dan Jogobaran

Satpol PP mengimbau masyarakat untuk tidak merokok, berjualan, mengamen, mengemis, maupun parkir sembarangan di kawasan pedestrian Malioboro.

23 Maret 2026, 19:08 WIB

Yogyakarta–Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta menyiapkan langkah intensif untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan kawasan Malioboro selama masa libur Lebaran 2026 serta kegiatan Jogobaran.

Sebanyak lima posko siaga didirikan di titik-titik strategis untuk mendukung pengawasan.

Plt. Kepala Bidang Tibumtranmas Satpol PP Kota Jogja, Yuli Budi Iswati, menyampaikan pengamanan Jogobaran telah berlangsung pada 18–25 Maret 2026.

Meski demikian, sejumlah pelanggaran masih ditemukan, di antaranya merokok di kawasan tanpa rokok (KTR), penggunaan skuter listrik, serta aktivitas pedagang kaki lima (PKL).

Lima posko pengamanan ditempatkan di depan eks Teras Malioboro 2, depan Bank BPD Kepatihan, depan Terang Bulan, depan Bank Jogja/Pasar Beringharjo, serta depan Gereja Ngejaman.

Satpol PP mengimbau masyarakat untuk tidak merokok, berjualan, mengamen, mengemis, maupun parkir sembarangan di kawasan pedestrian Malioboro.

Pada 18 Maret 2026, petugas juga mengamankan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang kemudian dibawa ke camp asesmen Dinas Sosial DIY.

Yuli menegaskan dalam penertiban tersebut tidak dilakukan penyitaan barang, melainkan pemberian imbauan agar tidak berjualan di area pedestrian.

Sekretaris Satpol PP Kota Jogja, Hery Prasetyo, menambahkan bahwa pengawasan akan diperketat melalui patroli rutin selama 24 jam.

Petugas akan memberikan peringatan kepada pengunjung maupun pelaku usaha yang merokok di kawasan Malioboro, serta menertibkan operasional skuter listrik.

Penertiban juga menyasar pengemis, gelandangan, pengamen, perilaku membuang sampah sembarangan, dan pedagang yang berjualan di area terlarang, khususnya jalur pedestrian dan sirip Malioboro.

Untuk mendukung pengamanan, Satpol PP membagi jadwal petugas dalam dua shift, yakni pukul 09.00–16.00 WIB dan 16.00–23.00 WIB, dengan sekitar 115 personel diterjunkan di setiap shift.

“Fokus kami menciptakan situasi yang kondusif, aman, nyaman, tertib, dan tenteram, baik bagi kawasan Malioboro maupun para pengunjung,” pungkas Yuli. ***

Berita Lainnya

Terkini