SD Negeri Nglarang Batal Relokasi, Gedung Baru Dibangun di Sisa Lahan Terdampak Tol

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menjelaskan rencana relokasi SDN Nglarang terkendala perubahan lokasi lahan pengganti serta masalah perizinan.

12 Maret 2026, 15:39 WIB

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman resmi membatalkan rencana relokasi SD Negeri Nglarang, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati. Gedung sekolah tersebut dipastikan akan dibangun kembali di lokasi lama dengan memanfaatkan sisa lahan yang tidak terkena proyek Tol Jogja-Solo Paket 2.2.

Keputusan ini diambil menyusul adanya kesepakatan antara Pemkab Sleman dan Pemerintah Kalurahan Tlogoadi setelah rencana pemindahan ke lahan pengganti terus menemui jalan buntu.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menjelaskan rencana relokasi sebelumnya terkendala oleh perubahan lokasi lahan pengganti yang berulang kali terjadi serta masalah perizinan.

Lahan yang diincar sebelumnya diketahui masuk dalam kawasan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

“Kami telah bersepakat dengan pihak kalurahan berkaitan dengan SD tidak jadi pindah. Tetap di lokasi yang sama,” ujar Harda, Rabu (11/3/2026).

Pemkab Sleman akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta Dinas PUPKP untuk menyusun site plan pembangunan gedung baru. Berikut adalah detail rencana pembangunannya:

Sumber Dana: Pihak pengelola proyek jalan tol (sekitar Rp3,1 miliar).

Komitmen Pemda: Pemkab Sleman siap menambah anggaran jika dana dari pihak tol belum mencukupi kebutuhan fasilitas pendidikan.

Status Gedung Lama: Bangunan era Inpres tersebut akan dibongkar karena termakan usia dan terdampak proyek.

Kegiatan Belajar: Selama masa konstruksi, siswa tetap mengikuti KBM di bangunan sementara.

Terkait kekhawatiran wali murid mengenai kebisingan jalan tol yang akan berada tepat di samping sekolah, Harda menyatakan bahwa hingga kini belum ada kajian spesifik yang menunjukkan gangguan signifikan terhadap proses belajar.

“Belum ada analisa (yang membuktikan) betul-betul mengganggu. Pendidikan harus tetap jalan,” tegasnya.

Sebelumnya, proyek relokasi ini sempat menuai protes dari wali murid karena ketidakpastian pembangunan, sementara aktivitas alat berat di sekitar sekolah sudah mulai beroperasi.

Dengan keputusan ini, nantinya gedung baru SD Negeri Nglarang akan berdiri berdampingan langsung dengan jalur bebas hambatan tersebut. ***

Berita Lainnya

Terkini