Selamat Tinggal Sentra Penjahit Malioboro, Selamat Datang Ruang Publik Mewah!

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengonfirmasi  seluruh aktivitas penjahit di lokasi tersebut telah direlokasi ke Pasar Terban.

22 Januari 2026, 07:34 WIB

Yogyakarta– Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta resmi memulai langkah penataan kawasan sisi barat Malioboro. Area yang sebelumnya merupakan sentra penjahit dan permak jins tersebut akan dialihfungsikan menjadi ruang pedestrian serta taman kota yang terintegrasi dengan kawasan wisata utama.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengonfirmasi  seluruh aktivitas penjahit di lokasi tersebut telah direlokasi ke Pasar Terban. Penataan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Pemkot untuk mengembalikan fungsi ruang publik di pusat kota.

Hasto menjelaskan bangunan-bangunan lama di kawasan barat Malioboro akan segera dibongkar. Saat ini, fokus pemerintah adalah memastikan para pengrajin jahit dapat beroperasi dengan optimal di lokasi baru.

“Mesin-mesin jahit sedang disiapkan agar masuk ke dudukan yang tersedia di Pasar Terban. Begitu semua masuk dan rapi, kawasan lama langsung kita bersihkan,” ujar Hasto saat ditemui di Gondomanan, Rabu (21/1/2026).

Rencana ini sejatinya telah digodok sejak setahun lalu. Menurut Hasto, keberadaan bangunan semi-permanen di area tersebut sudah tidak selaras dengan konsep estetika penataan Malioboro yang ingin ditonjolkan.

Proyek pedestrian dan taman kota ini dipastikan masuk dalam agenda prioritas tahun 2026. Hasto menegaskan proses konstruksi akan dimulai dalam waktu dekat.

“Iya, tahun ini dibangun,” tegasnya singkat mengenai target pengerjaan fisik taman.

Selain membahas Malioboro, Wali Kota juga menanggapi keluhan terkait penurunan omzet di Pasar Sentul. Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Yogyakarta mengambil langkah-langkah kebijakan berikut:

Dispensasi Pembayaran: Memberikan kelonggaran pembayaran agar tidak membebani pedagang.

Diskon Retribusi: Memastikan tidak ada kenaikan tarif, bahkan memberikan potongan biaya retribusi.

Aktivasi Lantai Tiga: Mendorong inovasi kegiatan, seperti penyelenggaraan pasar murah, untuk menarik minat pembeli ke lantai atas.

Hasto berharap dengan adanya inovasi dan kreativitas dari pengelola pasar, geliat ekonomi di Pasar Sentul dapat kembali pulih dan kompetitif. ***

Berita Lainnya

Terkini