Sembilan Bulan di 2023, Maybank Indonesia Catat Laba Sebelum Pajak Rp1,66 Triliun

PT Bank Maybank Indonesia, Tbk. (Maybank Indonesia atau Bank) selama sembilan bulan pertama berakhir pada 30 September 2023 mencatat laba sebelum pajak mencapai Rp1,66 Triliun.

2 November 2023, 09:45 WIB

“Dan mengakselerasi kapabilitas layanan digital untuk mempercepat penyediaan solusi bagi nasabah ritel maupun SME,” sambung Taswin Zakaria.

Lanjutnya, Maybank Indonesia juga akan terus memperkuat posisi di industri perbankan syariah, khususnya melalui keberagaman solusi Shariah Wealth Management.

Lebih lanjut dijelaskan Taswin Zakaria, membaiknya pendapatan dari komposisi pembiayaan, terutama pembiayaan ritel dan Retail Small-Medium Enterprise (RSME) seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat mendorong pertumbuhan positif pada PBT.

Kamboja Tertarik Kembangkan Benih Padi Inovasi Indonesia MD 70

Sementara, biaya provisi menurun didukung kualitas aset yang membaik seiring dengan kondisi perekonomian yang stabil.

Tercatat pula Net Interest Income (NII) meningkat sebesar 4,8% seiring dengan membaiknya pendapatan yang didorong oleh kenaikan saldo rata-rata kredit (average loan balances) sebesar 4.0%.

Kemudian Marjin Bunga Bersih (Net Interest Margin/NIM) menguat sebesar 23 bps menjadi 5,0% pada September 2023.

Digelontor DKK dan Hibah Rp211 Miliar lebih, Ribuan ASN dan Masyarakat Tabanan Sambut Meriah Program Badung ‘Angelus Buana’

Maybank Indonesia membukukan Laba Setelah Pajak dan Kepentingan Non-Pengendali (PATAMI) sebesar 17,1% menjadi Rp1,25 triliun dari Rp1,06 triliun tahun lalu.

Perseroan juga mencatat pertumbuhan pendapatan fee dari Global Markets sebesar 60,4% menjadi Rp139 miliar dari Rp86 miliar pada sembilan bulan 2023.

Pertumbuhan pendapatan fee selain Global Markets sebesar 4,7% menjadi Rp1,29 triliun dari Rp1,23 triliun yakni dari pendapatan fee asset recovery (Bank saja) sebesar lebih dari 5 (lima) kali lipat menjadi Rp261 miliar dan fee terkait kartu kredit yang tumbuh 18,8% serta pertumbuhan pada fee terkait pembiayaan dan bisnis ritel.

bank bjb Tawarkan ORI024, Semakin Menarik dengan Tenor hingga 6 Tahun

Total pendapatan fee-based yang tercatat oleh Bank tumbuh 8,3% menjadi Rp1,43 triliun dari Rp1,32 triliun.

Selanjutnya, perekonomian yang stabil serta membaiknya daya beli masyarakat pada sembilan bulan 2023 telah mendorong pertumbuhan aset Bank sebesar 3,2% menjadi Rp170.05 triliun.
Pertumbuhan ini juga didukung oleh meningkatnya penempatan pada investasi keuangan sebesar 16,7% menjadi Rp35,74 triliun dari Rp30,63 triliun.

Pertumbuhan kredit Community Financial Services (CFS) untuk segmen Ritel dan Nonritel dibukukan sebesar 8,9% menjadi Rp71,70 triliun dari Rp65,81 triliun Y-o-Y dan tetap tumbuh 3,3% Q-o-Q.

Majukan Dunia Olahraga, bank bjb Dukung PORTUE Bandung Championship

Adapun kredit CFS segmen Ritel tumbuh 13,3% menjadi Rp42,75 triliun dari Rp37,74 triliun utamanya dari pembiayaan otomotif anak perusahaan yang tumbuh 23,9% serta bisnis kartu kredit & KTA tumbuh 21,5%.

Segmen CFS Ritel ini juga membukukan pertumbuhan sebesar 3,0% Q-o-Q. Bank berhasil memanfaatkan momentum pertumbuhan pada segmen usaha kecil dan menengah, yakni kredit CFS segmen Non-ritel yang tumbuh 3,1% menjadi Rp28,95 triliun dari Rp28,07 triliun.

Kredit segmen RSME membukukan pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni 6,2% menjadi Rp13,39 triliun dari Rp12,61 triliun, dan kredit komersil yang diklasifikasikan oleh Bank sebagai Business Banking, yang juga tumbuh 2,6% menjadi Rp10,58 triliun dari Rp10,31 triliun.

Luncurkan UTme! Pertama di Bali, UNIQLO Angkat Karya 25 Desain Spesial dari 5 Seniman Lokal Terpilih

Namun kredit segmen Small-Medium Enterprise yang diklasifikasikan oleh Bank sebagai SME+ turun 2,3% di tengah persaingan yang ketat pada segmen tersebut.

Kredit CFS segmen Non-ritel tumbuh 3,7% Q-o-Q ditopang oleh pertumbuhan kredit segmen RSME sebesar 5,4% Q-o-Q dan Business Banking sebesar 2,6% Q-o-Q. Bank berupaya agar momentum pertumbuhan kredit segmen non-ritel masih dapat terus berlangsung pada kuartal selanjutnya.

Ada penyesuaian pada portofolio kredit korporasi, di antaranya re-profiling pembiayaan dan persaingan pasar yang ketat sehingga segmen Global Banking turun 10,8% Y-o-Y.

Bali FINEF 2023, OJK Harapkan KPSP Jadi Solusi Petani Padi di Kelompok Subak

Meski demikian, pertumbuhan positif pada segmen ritel dan non-ritel telah mampu mengimbangi penurunan pada segmen tersebut, sehingga total kredit yang disalurkan Bank secara keseluruhan meningkat hampir 1% menjadi Rp112,42 triliun pada sembilan bulan pertama 2023 dari Rp111,45 triliun.

Dengan demikian total simpanan nasabah tumbuh 7,0% menjadi Rp114,50 triliun dari Rp107,00 triliun, dengan peningkatan simpanan Deposito Berjangka sebesar 12,9% menyusul tren simpanan dari kuartal sebelumnya.

Untuk Simpanan Giro dan Tabungan (CASA) naik 1,5% dengan pertumbuhan Giro sebesar 4,5%, sedangkan Tabungan turun 2,8%. Rasio CASA tercatat sebesar 49,1% pada September 2023.
Biaya overhead tercatat sebesar Rp4,42 triliun, naik 6,0% didorong oleh upaya Bank dalam memperkuat kapabilitas sumber daya manusia agar siap menghadapi kompetisi di masa depan (future ready) serta peningkatan produktivitas bisnis melalui perekrutan dan pelatihan.

190 Penari Sambut Kedatangan Capres Ganjar Pranowo sebagai Bukti Cinta Warga Bali

Memodernisasi infrastruktur TI dan keamanan siber, juga telah dilakukan selaras penerapan strategi M25+. Beban provisi turun 6,9% seiring dengan membaiknya kualitas aset, didukung upaya pemantauan yang ketat dan pengendalian penyaluran kredit, serta iklim bisnis yang lebih baik.

Saldo NPL turun 4,4% dan rasio Loan at Risk (Bank saja) membaik menjadi 10,7% pada September 2023 dari 13,4% pada September 2022.

Pada September 2023, rasio Non Performing Loan/NPL konsolidasi membaik menjadi 3,2% (gross) dan 2,1% (net) dari 3,5% (gross) dan 2,5% (net).
Rasio Kredit terhadap Simpanan/Loan to Deposit Ratio (LDR Bank saja) sebesar 83,9% pada September 2023 dibandingkan 90,2% pada September 2022.

OJK Bali Nusa Tenggara Terus Tingkatkan Penggunaan Produk Sektor Jasa Keuangan bagi Pelaku UMKM dan Pelajar

Rasio Kewajiban Pemenuhan Kecukupan Likuiditas/Liquidity Coverage Ratio (LCR Bank saja) sebesar 222,3% pada September 2023, di atas minimum yang diwajibkan regulator yakni sebesar 100%.

Penguatan permodalan dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 28,2% dengan modal sebesar Rp29,13 triliun. ***

Artikel Lainnya

Terkini