Solusi Modern Mata Kering: Inovasi JEC Raih Penghargaan Internasional Clinical Service Initiative

JEC berhasil memborong dua penghargaan sekaligus: Clinical Service Initiative of the Year dan Specialty Clinic of the Year (Ophthalmology).

27 Maret 2026, 15:32 WIB

JakartaJEC Eye Hospitals and Clinics kembali mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin layanan kesehatan mata di Asia. Dalam ajang bergengsi Healthcare Asia Awards 2026 yang berlangsung di Singapura (26/3), JEC berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus: Clinical Service Initiative of the Year dan Specialty Clinic of the Year (Ophthalmology).

Pencapaian ini menjadi bukti nyata kualitas penanganan medis mata di Indonesia telah setara dengan standar internasional, khususnya dalam hal inovasi klinis dan efisiensi operasional.

Salah satu kunci kemenangan JEC adalah program Integrated Dry Eye Standardisation and Awareness. Mengingat sekitar 27,5% populasi Indonesia (76 juta orang) diperkirakan menderita mata kering, JEC meluncurkan pendekatan sistematis untuk meningkatkan akurasi diagnosis.

Teknologi Skrining: Penggunaan kuesioner digital berbasis gim (Dry Eye Questionnaire-5) yang memudahkan pasien mendeteksi gejala secara mandiri.

Dry Eye Spa: Layanan terapi terpadu yang menggabungkan penanganan kelenjar meibomian dengan teknologi Intense Pulsed Light (IPL).

Hasil Nyata: Program ini berhasil meningkatkan angka diagnosis mata kering rata-rata sebesar 30%, bahkan mencapai 80% di beberapa cabang tertentu berkat protokol yang terstandarisasi.

Penghargaan kedua diraih oleh cabang JEC @ Tambora yang dinilai unggul dalam efisiensi layanan. Meski berdiri di lahan terbatas, klinik ini mencatatkan performa luar biasa sepanjang 2024:

Melayani lebih dari 35.000 kunjungan rawat jalan.

Melakukan lebih dari 5.000 tindakan operasi (3.500 di antaranya operasi katarak).

Mempertahankan standar keselamatan tinggi dengan tingkat komplikasi hanya sekitar 1%.

“Penghargaan ini adalah validasi atas pendekatan kami dalam membangun layanan kesehatan mata yang terukur dan berorientasi pada pasien,” ujar Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), PhD, Direktur Pengembangan & Pendidikan JEC Group dalam keterangan tertulisnya.

Selama lebih dari empat dekade, JEC telah melakukan lebih dari 250.000 operasi katarak dan 150.000 prosedur koreksi refraksi (LASIK & SMILE). Menatap masa depan, JEC tengah mengembangkan JEC BALI @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bali.

Fasilitas ini mengusung konsep Blue Hospital (smart & green) yang diproyeksikan menjadi destinasi medis internasional bagi pasien domestik maupun mancanegara.

Dengan jaringan 16 cabang yang terus bertumbuh, JEC berkomitmen memastikan masyarakat Indonesia mendapatkan akses teknologi medis mutakhir tanpa harus ke luar negeri. ***

Berita Lainnya

Terkini