Jakarta– PT Sompo Insurance Indonesia memperkuat komitmennya dalam menyediakan perlindungan kesehatan di tengah tren kenaikan biaya medis yang diproyeksikan tetap tinggi sepanjang tahun ini.
Inflasi medis diperkirakan mencapai 15% di Indonesia, sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata kawasan Asia Pasifik sebesar 14%, menurut laporan terbaru Willis Towers Watson (WTW).
Kondisi tersebut menimbulkan tantangan bagi masyarakat maupun dunia usaha dalam mengelola risiko pengeluaran kesehatan yang tidak terduga.

Perusahaan dituntut memastikan keberlanjutan perlindungan kesehatan bagi karyawan tanpa menekan arus kas secara berlebihan.
Dolly Ritonga, Chief Health Officer Sompo Insurance, menilai kenaikan biaya layanan kesehatan mendorong masyarakat semakin sadar akan pentingnya proteksi kesehatan yang komprehensif.
“Sompo Insurance berkomitmen menghadirkan produk yang tidak hanya memberikan perlindungan finansial, tetapi juga memudahkan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas,” ujarnya.
Melalui produk Sompo HealthCare, perusahaan menawarkan solusi asuransi kesehatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari perusahaan besar hingga UMKM.
Produk ini dirancang sebagai pelengkap program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, dengan manfaat tambahan seperti rawat inap di fasilitas lebih luas, rawat jalan, obat-obatan khusus, serta perlindungan terhadap penyakit kronis yang belum sepenuhnya tercakup oleh BPJS.
Hingga akhir 2025, Sompo Insurance telah melayani lebih dari 300 perusahaan dan UMKM.
Perusahaan optimistis tren pertumbuhan asuransi kesehatan akan berlanjut pada 2026, seiring meningkatnya kebutuhan proteksi di tengah tekanan inflasi medis dan peluang pasar yang masih terbuka.***

