Yogyakarta–Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menegaskan komitmen menjaga karakter budaya lokal dalam pembangunan sektor pariwisata.
Hal ini disampaikan oleh GKR Mangkubumi, Ketua Umum KADIN DIY sekaligus putri pertama Sultan HB X, bersama Sultan HB X usai pengukuhan pengurus KADIN DIY di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Sabtu (14/2/2026).
Sultan HB X menekankan, Yogyakarta tidak perlu dibandingkan dengan Bali karena memiliki karakter berbeda.
“Tidak usah diperbandingkan sama Bali. Kan memang beda. Kota wisata tapi kultur masyarakat berbeda. Jogja ya untuk Jogja sendiri,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar investor memperhatikan aspek lingkungan dan kebudayaan dalam setiap pembangunan.
Sejalan dengan itu, GKR Mangkubumi menegaskan, citra pariwisata Yogyakarta harus berlandaskan budaya, bukan sekadar infrastruktur modern.
“Imagenya pariwisata bukan hanya jalan bagus dan hotel mewah, tapi bagaimana budaya menjadi daya tarik utama,” jelasnya.
Dia menambahkan,DIY terbuka bagi investor, namun pembangunan harus tetap mengikuti aturan tata ruang, sempadan pantai, serta karakter budaya setempat.
Dalam arahannya, GKR Mangkubumi menekankan agar pembangunan hotel atau resort tidak harus megah, melainkan nyaman, aman, dan sesuai regulasi.
“Kita tidak perlu hotel-hotel yang tingkatnya tinggi, tapi yang nyaman dan ramah lingkungan,” tegasnya.
Dengan penekanan tersebut, Pemda DIY berharap investasi di sektor pariwisata dapat berjalan selaras dengan pelestarian budaya dan lingkungan, sehingga Yogyakarta tetap memiliki identitas khas yang membedakannya dari destinasi lain. ***

