Denpasar – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Kabupaten Karangasem berlangsung meriah dengan sentuhan budaya yang kental.
Puri Agung Karangasem menggelar pagelaran seni bertajuk Tarian Sunaring Jagat yang dipusatkan di objek wisata bersejarah Taman Sukasada Ujung, Minggu (1/3/2026).
Pertunjukan ini menjadi simbol kuat akulturasi budaya antara Bali dan Tionghoa yang telah terjalin selama berabad-abad.
Nama “Sunaring Jagat” sendiri memiliki filosofi mendalam, yakni “Cahaya Alam Semesta,” yang diharapkan membawa kebaikan bagi semua pihak.
Ketua Pelaksana Pengelola Taman Sukasada Ujung, Anak Agung Dewandra Jelantik, menjelaskan acara ini bertujuan merawat ingatan kolektif tentang hubungan harmonis antara Puri Karangasem dengan komunitas Tionghoa.
“Kami ingin mengingatkan kembali hubungan baik yang sudah ada sejak zaman leluhur. Bahkan, dalam sejarahnya, arsitektur Taman Sukasada Ujung ini turut melibatkan desainer dari warga Tionghoa,” ungkap Dewandra.
Kemeriahan acara memuncak saat atraksi Barongsai tampil berkolaborasi dengan tarian khas Bali, menciptakan harmoni visual yang memukau para wisatawan yang hadir.
Selain sebagai pelestarian budaya, ajang ini juga menjadi strategi promosi pariwisata.
Dewandra mengakui adanya penurunan kunjungan akibat faktor cuaca di awal tahun 2026, dengan rata-rata 300-400 pengunjung per hari yang didominasi oleh turis Eropa, India, dan Korea.
Ke depan, pengelola membidik pasar wisatawan asal Cina dengan menonjolkan sisi historis kedekatan budaya.
Kolaborasi Travel Agent: Mengundang agen perjalanan yang spesifik menangani turis Cina untuk mempromosikan Taman Ujung sebagai destinasi yang memiliki keterikatan sejarah dengan Tiongkok.
Mengoptimalkan sisa enam tahun masa kerja sama pengelolaan antara Puri Karangasem dan Pemerintah Kabupaten untuk menjadikan tempat ini sebagai “mercusuar” pariwisata Karangasem.
Pagelaran ini mendapat atensi besar dengan kehadiran sejumlah tokoh penting, di antaranya:
Wakil Menteri Pariwisata, yang diharapkan mampu mendorong eksistensi Taman Ujung di kancah internasional.
Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (Wamen Kependudukan dan Pengembangan Keluarga).
Tedy Bharata (Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN).
Mangkunegoro X, Raja Solo yang hadir sebagai bentuk menjaga persahabatan panjang antara Kerajaan Solo dan Puri Karangasem.
Acara ini juga melibatkan komunitas spiritual dan budaya dari Denpasar, Gianyar, serta Klungkung, yang mempertegas bahwa keberagaman adalah kekuatan utama pariwisata di Bali Timur. ***

