Supporter Boleh Panas di Tribun, Tetap Adem di Jalan: Astra Motor Bali Bekali Edukasi Safety Riding untuk Pelajar

Safety Riding Instructor Astra Motor Bali, Yosept Klaudius, menegaskan identitas seorang supporter yang keren tidak hanya diukur dari seberapa besar energi mereka di tribun, melainkan juga tercermin dari kedisiplinan dan tanggung jawab mereka di jalan raya.

6 Oktober 2026, 08:22 WIB

Denpasar — Euforia kompetisi liga bola basket pelajar terbesar dan paling bergengsi di Indonesia tidak hanya berpusat pada aksi sengit di lapangan, melainkan juga diramaikan oleh kreativitas dan semangat membara para supporter di tribun.

Kendati demikian, antusiasme tinggi tersebut kerap diiringi mobilitas kelompok yang padat menuju lokasi pertandingan.

Menanggapi dinamika ini, Astra Motor Bali mengambil langkah proaktif dengan membekali edukasi keselamatan berkendara (safety riding) bagi para pelajar. Kegiatan penyuluhan ini disisipkan secara khusus dalam agenda Technical Meeting kompetisi bola basket pelajar tingkat SMP dan SMA yang diselenggarakan pada 3 Oktober 2026.

Fokus utama edukasi tersebut adalah mengingatkan para pelajar agar tidak mengabaikan aturan dasar berlalu lintas. Tim instruktur menekankan pentingnya penggunaan kelengkapan berkendara (riding gear) yang tepat, mulai dari pemakaian helm berstandar nasional yang diklik dengan benar hingga penggunaan jaket.

Selain itu, para peserta juga diingatkan untuk konsisten menjaga fokus serta mematuhi seluruh rambu lalu lintas, mengingat mobilitas supporter umumnya dilakukan secara berkelompok atau berkonvoi.

Safety Riding Instructor Astra Motor Bali, Yosept Klaudius, menegaskan identitas seorang supporter yang keren tidak hanya diukur dari seberapa besar energi mereka di tribun, melainkan juga tercermin dari kedisiplinan dan tanggung jawab mereka di jalan raya.

Supporter boleh panas di tribun, tetapi tetap harus adem di jalan. Boleh heboh memberikan dukungan kepada tim sekolah, tetapi saat berkendara harus tetap fokus, tertib, dan mengutamakan keselamatan.

“Apalagi kalau datang bersama-sama atau konvoi, jangan sampai euforia membuat kita lupa aturan lalu lintas,” ujar Yosept.

Lebih lanjut, Yosept menjelaskan bahwa kepatuhan terhadap atribut keselamatan berkendara merupakan bentuk perlindungan mendasar bagi diri sendiri. Ia mengimbau para pelajar agar tidak membiarkan suasana kompetisi memicu perilaku berkendara yang berisiko tinggi.

Gunakan helm dengan benar, jangan lupa jaket, patuhi rambu dan aturan lalu lintas. Yang paling penting, jangan karena ingin cepat sampai atau terbawa suasana supporter kemudian berkendara secara berlebihan.

“Tetap #Cari_Aman karena pertandingan boleh selesai, tetapi keselamatan harus tetap sampai tujuan,” tambahnya.

Melalui sinergi edukasi ini, Astra Motor Bali berharap para pelajar mampu mengintegrasikan kesadaran berlalu lintas sebagai bagian dari nilai sportivitas. Dengan demikian, semangat sportif tidak hanya hidup di arena pertandingan, tetapi juga diwujudkan secara nyata melalui perilaku berkendara yang aman demi terciptanya keamanan dan kenyamanan bersama di jalan raya. **^

 

Berita Lainnya

Terkini