Boyolali – Kabupaten Tabanan kembali mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Dalam perayaan Hari Desa Nasional yang berlangsung di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1), dua perwakilan dari Tabanan berhasil memboyong penghargaan bergengsi atas keberhasilan mengembangkan potensi ekonomi desa.
CV Tanteri, pelaku usaha asal Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, sukses meraih Juara II Lomba Desa Ekspor Tahun 2025. Prestasi ini ditetapkan melalui Keputusan Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Nomor 74 Tahun 2025. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Yandri Susanto.
Kompetisi ini merupakan ajang ketat yang diikuti oleh perwakilan dari 37 provinsi di Indonesia. Capaian CV Tanteri menjadi bukti nyata bahwa produk unggulan berbasis kearifan lokal dari desa di Tabanan mampu menembus pasar global dan bersaing di level nasional.
Tak hanya CV Tanteri, kebanggaan Tabanan bertambah dengan terpilihnya Desa Kukuh, Kecamatan Marga, sebagai Desa Berprestasi Binaan Kementerian/Lembaga. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI sebagai
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian ini. Ia menilai prestasi ini merupakan buah dari sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Keberhasilan ini membuktikan besar potensi industri kreatif kita. Saya berharap ini menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Tabanan untuk terus berinovasi meningkatkan kualitas produk dan memperluas jaringan pemasaran demi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Bupati Sanjaya.
Senada dengan Bupati, Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menyatakan rasa bangganya. Ia menegaskan bahwa Dekranasda akan terus menjadi mitra strategis bagi UMKM dan perajin lokal.
“Kami berkomitmen memberikan dukungan berkelanjutan, mulai dari pembinaan kualitas, inovasi produk, hingga fasilitasi promosi ke tingkat internasional. Kami ingin produk Tabanan memiliki daya saing kuat namun tetap menjaga identitas kearifan lokal,” pungkas sosok yang akrab disapa Bunda Rai tersebut.
Prestasi ini diharapkan menjadi momentum bagi Kabupaten Tabanan untuk memperkuat posisi desa sebagai pusat kegiatan ekonomi dan ekspor yang berkelanjutan. ***

