Tabanan Jadi Arena Perang Melawan Stunting, MBG Ubah Orang Tua Jadi ‘Insinyur Gizi’

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar upaya logistik, melainkan membangun Kesadaran Gizi menuntut partisipasi setiap keluarga.

30 November 2025, 15:44 WIB

Tabanan– Di tengah keriuhan pembahasan gizi nasional, Desa Dajan Peken di Tabanan, Bali, kini menjadi pilot project pergerakan gizi yang sesungguhnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disosialisasikan Kamis (27/11) ini bukan sekadar upaya logistik, melainkan membangun Kesadaran Gizi yang menuntut partisipasi penuh setiap keluarga.

Program kolaboratif antara DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) ini secara tajam menargetkan satu hal: mengangkat literasi gizi orang tua dari nol menjadi pahlawan gizi harian.

Anggota DPRD Tabanan, I Wayan Lara, menegaska Program MBG harus dilihat sebagai mandat politik tingkat tertinggi untuk membangun generasi yang tak terbebani oleh masalah gizi kronis.

Ini adalah upaya keras untuk menjamin anak-anak kita tumbuh tanpa hambatan stunting atau gizi buruk.

“Keberhasilan program ini bukan hanya soal ketersediaan dana, melainkan soal pemahaman orang tua tentang 5 unsur gizi penting yang wajib ada di piring anak mereka setiap hari,” ungkap I Wayan Lara.

Ia juga mendesak agar semua kendala birokrasi dihilangkan. Saluran pelaporan dan aduan harus dibuat semudah mungkin diakses, memastikan suara dan pengalaman gizi dari dapur masyarakat didengar langsung oleh pengambil kebijakan.

Moch. Halim, Perwakilan Promosi dan Edukasi BGN, menyuarakan perspektif yang lebih mendalam, menempatkan MBG sebagai fondasi utama kekuatan bangsa.

“Kita tidak sedang mengeluarkan biaya; kita sedang melakukan investasi paling penting dalam sejarah pembangunan manusia.

Gizi yang baik saat ini adalah jaminan 10 atau 20 tahun ke depan, anak-anak kita akan menjadi individu yang cerdas, tangguh, dan mampu bersaing di kancah global,” jelas Halim.

Menurutnya, edukasi gizi adalah senjata utama program ini. Orang tua diberdayakan untuk tidak hanya menerima makanan, tetapi memahami fungsi setiap kandungan nutrisi—mengapa protein penting, bagaimana karbohidrat memberi energi, dan apa peran vitamin.

Program MBG di Bali ini menandai komitmen serius untuk mengintegrasikan gizi, ekonomi lokal, dan edukasi di tingkat akar rumput.

Ini adalah sebuah gerakan yang mengubah penerima manfaat menjadi agen perubahan gizi di rumah mereka sendiri, menjamin masa depan generasi emas Indonesia.***

Berita Lainnya

Terkini