Singasana – Kabupaten Tabanan kembali mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung sektor pertanian di Provinsi Bali.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabanan pada 27 Februari 2026, capaian produksi hortikultura sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif yang signifikan di berbagai subsektor.
Kecamatan Baturiti masih menjadi wilayah andalan yang menyokong pasokan pangan daerah. Untuk kategori tanaman sayuran dan buah-buahan semusim, tiga komoditas utama mencatat angka produksi tertinggi, yakni:
Petsai: 5.799,45 kuintal
Ketimun: 5.769,50 kuintal
Buncis: 3.530,70 kuintal
Sementara itu, pada kelompok tanaman tahunan, Pisang memimpin dengan produksi mencapai 57.885,82 kuintal, disusul oleh Durian (46.255,23 kuintal) dan Jambu Biji (12.789,76 kuintal).
Diversifikasi pertanian di Tabanan juga mulai membuahkan hasil. Subsektor tanaman hias mencatat produksi Pisang-pisangan sebanyak 37.250 pohon. Di sisi lain, pada kelompok tanaman obat atau biofarmaka, Serai menjadi primadona dengan total produksi mencapai 219.300 kilogram.
Menanggapi capaian tersebut, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi mendalam kepada para petani dan tenaga penyuluh lapangan.
Menurutnya, keberhasilan ini adalah bukti ketangguhan sektor pertanian Tabanan.
“Data ini menunjukkan bahwa sektor pertanian kita tetap produktif. Namun, peningkatan produksi bukan sekadar angka, melainkan soal menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Sanjaya saat dikonfirmasi pada Kamis (26/3/2026).
Meski mencatat angka yang menggembirakan, Bupati Sanjaya menegaskan pemerintah daerah tidak akan berpuas diri. Terdapat tiga poin utama yang menjadi prioritas ke depan:
Hilirisasi Produk: Mendorong peningkatan nilai tambah produk agar petani mendapatkan keuntungan lebih besar.
Modernisasi Teknologi: Pemanfaatan teknologi pertanian untuk efisiensi produksi.
Regenerasi Petani: Mengajak generasi muda untuk terlibat aktif guna menjaga keberlanjutan sektor pertanian sebagai identitas Tabanan.
“Kita harus memastikan produktivitas ini dibarengi dengan perlindungan lahan pertanian berkelanjutan. Pertanian adalah fondasi ekonomi kita,” pungkasnya. ***

